Pages

Monday, August 5, 2013

Dahlan Minta IDB Bantu Ekspor Pesawat PTDI


JAKARTA - Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta dukungan Islamic Development Bank (IDB) untuk membantu ekspor pesawat-pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia melalui fasilitas kredit ekspor lembaga tersebu“IDB tertarik untuk memberikan fasilitas kredit ekspor bagi sejumlah negara yang ingin membeli pesawat PT DI," kata Dahlan, di Jakarta, Senin (6/8/2013) malam.
Menurut Dahlan, penjualan pesawat PT DI akan lancar kalau menggunakan kredit ekspor, karena selama ini negara yang ingin membeli pesawat PT DI biasanya sekaligus meminta skema pembiayaannya.
Dahlan yang sedang berada di Arab Saudi dalam rangka kegiatan perjalanan umroh, tetap menyempatkan dirinya mempromosikan pesawat PT DI.
Dahlan bertemu dengan Presiden IDB Ahmed Mohammed Ali, di Clock Tower, Masjidil Haram, Mekkah, yang didampingi Ahmed Saleh Hariri, pimpinan IDB devisi Asia Selatan dan Asia Tenggara.
Pada pembicaraan itu, Dahlan menjelaskan bahwa PT DI sedang menawarkan pesawat untuk Bangladesh dan kepada beberapa negara Afrika.
"IDB tertarik untuk memberikan fasilitas kredit ekspor bagi Bangladesh. Saya juga ditanya negara mana saja yang sudah menyatakan minatnya tapi terhalang masalah pembiayaan," ujar Dahlan.
Mantan Dirut PT PLN ini langsung menyebutkan sederet negara-negara yang berminat mengimpor pesawat PT DI, termasuk Filipina.
Ahmed Mohammed Ali sangat antusias menyambut keinginan Dahlan, karena IDB memang menyediakan kredit ekspor untuk negara-negara anggota.
Pada kesempatan itu, Ahmed mengaku mengenal baik industri pesawat Indonesia karena pernah diajak Prof. Habibie ke Bandung di awal tahun 1990-an. Menurut Ahmed, sebagai salah satu pendiri IDB pada 39 tahun lalu Indonesia memegang peran penting dalam IDB.
Dikemukakannya, bahwa IDB sudah berkembang pesat dan sejak beberapa tahun terakhir selalu memperoleh rating tertinggi AAA. Untuk itu, diharapkan Ahmed, IDB bisa menjalin kerja sama dengan BUMN Indonesia untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.
Selama 3 tahun ke depan IDB menyediakan fasilitas pendanaan sampai Rp30 triliun atau setara dengan US$3,3 miliar.
Antusias IDB terhadap Indonesia, ditandai dengan segera dibukanya kantor IDB di Jakarta akhir 2013, yang selama ini IDB untuk Asia Tenggara berkantor di Kuala Lumpur.
Dahlan berada di Arab Saudi selama sepekan, sejak Sabtu, 3 Agustus 2013 dan akan kembali ke Tanah Air pada Rabu, 7 Agustus 2013.
Sumber : Newswire
Editor : Fatkhul Maskur

PT LEN Mampu Produksi Radar Canggih untuk Kapal Perang


Jakarta - PT LEN Industri (Persero) memiliki kemampuan mengembangan sistem keamanan canggih untuk militer. BUMN teknologi ini telah memproduksi peralatan radar untuk kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Peralatan radar ini, mampu menangkap kapal musuh hingga kemudian kapal berhasil dihancurkan. 

"Kita membuat, Combat Management System (CMS) untuk sistem mengatur bagaimana radar menangkap, me-lock target sampai menembak target. Berapa banyak musuh yang mengancam, itu terekam. Kita sudah bangun," tutur Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Abraham Mose dalam diskusi kebangkitan BUMN, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Abraham menambahkan, peralatan radar yang dibuat di Bandung tersebut, telah dikembangkan sejak 2011. Alat ini, bisa dipasang pada kapal perang berjenis Van Spijk dan Varcsim class

"Sudah ditahun 2011 mulainya 2012, kemudian 2013. Kapal Van Spijk dan Varcsim class, itu KRI," jelasnya. (DetikFinance)

Industri didorong bangun kapal 85.000 DWT


Jakarta - Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan industri perkapalan nasional ditargetkan mampu membangun kapal dengan kapasitas 85.000 deadweight tonnage (DWT) pada 2015.

"Selain itu, industri perkapalan juga ditargetkan mampu mereparasi kapal hingga 150.000 DWT serta dapat meningkatkan kemampuan mendesain dan merekayasa kapal," kata Budi Darmadi melalui siaran pers diterima di Jakarta, Senin.

Budi mengatakan industri perkapalan nasional akan menghadapi tantangan cukup besar seiring dengan persaingan global yang semakin ketat.

Untuk itu, modal dasar yang telah dimiliki industri perkapalan nasional perlu dikelola dengan baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi kepentingan pembangunan dan pemberdayaan industri dalam negeri.

Karena itu, Kementerian Perindustrian telah menyusun peta panduan (road map) pengembangan industri perkapalan nasional hingga tahun 2025. Dalam road map tersebut, fokus pengembangan industri perkapalan nasional adalah mengembangkan pembangunan kapal berkapasitas 300.000 DWT dengan tujuan untuk mengurangi impor kapal.

"Sasaran road map pengembangan industri kapal nasional yang telah dilakukan tahun 2012 adalah  industri kapal nasional mempunyai kemampuan membangun kapal barang, kapal penumpang, kapal tanker dengan kapasitas 50.000 DWT," tutur Budi.

Selain itu, kata Budi, industri juga ditargetkan memiliki kemampuan untuk mereparasi kapal mencapai 150.000 DWT dengan pemberdayaan National Shipbuilding and Engineering Center (NASDEC).

Target lainnya yang tercantum dalam road map tersebut adalah industri perkapalan nasional akan mampu membangun kapal dengan kapasitas 200.000 DWT pada 2020 dan ukuran 300.000 DWT pada tahun 2025.

"Kami optimistis kemampuan produksi galangan kapal bisa meningkat dalam jangka waktu lima tahun kedepan," ujar Budi.
Editor: Unggul Tri Ratomo

Nigeria inginkan Indonesia kerja sama industri pertahanan

Direktur Afrika Kementrian Luar Negeri RI Lasro Simbolon berjabat tangan dengan Dubes Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen usai dialog mengenai kerjasama Indonesia-Nigeria di Sentul, Bogor, Kamis (13/6). Indonesia menilai Afrika sebagai benua dengan segudang peluang bisnis. (Antaranews/Benny S Butarbutar )

Bogor - Duta Besar Nigeria untuk Indonesia Abdul Rahman Sallahdeen menyampaikan keinginan negaranya melakukan kerja sama dalam industri pertahanan, terutama dengan The Nigerian Defence Industry (DICON), dan sejumlah sektor prospektif lainnya seperti pertanian, telekomunikasi, dan konstruksi.

"Nigeria menyambut baik berbagai kerja sama yang erat dalam sektor manufaktur militer yang potensial ini. Kami mengharapkan pihak swasta Indonesia dan komunitas bisnis lainnya ikut menanamkan modalnya baik di sektor `up-stream` dan `down stream`," kata Dubes di Sentul, Bogor, Kamis. 

Abdul Rahman Sallahdeen mengemukakan hal itu pada acara "Round Table Discussion on Updates of Economic Opportunities and Potentials in Nigeria" sebagai persiapan untuk menyambut kedatangan Menlu Nigeria dan komunitas bisnis negara tersebut ke Indonesia pertengahan Juli mendatang.

Kerja sama bidang pertahanan dan keamanan dan peluang bisnis lainnya itu dibahas dalam forum yang dihadiri 70 peserta yang datang dari berbagai perwakilan kementerian, lembaga dan sejumlah perwakilan provinsi, Kadin dan juga kalangan media. 

Kegiatan kerja sama pertahanan antara lain memanfaatkan industri strategis bidang pertahanan seperti dengan PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia, serta memanfaatkan fasilitas "Peace Keeping Center" milik Kementerian Pertahanan, serta kerja sama penanggulangan terorisme. 

Lebih jauh Dubes mengajak para pelaku usaha Indonesia lebih mengoptimalkan peluang pasar Nigeria, terlebih setelah negara dengan ibu kota Abuja itu menjalankan ekonomi terbuka dan memberikan kemudahan dalam hal pengiriman uang (remittance) hasil keuntungan investasi di Nigeria. 

Sementara itu, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Lasro Simbolon mengatakan, kini saatnya Indonesia melirik Afrika dan tidak boleh ketinggalan dengan Jepang, China dan Korea Selatan yang agresif memburu peluang kerja sama di Afrika mengingat potensi bisnis yang besar di kawasan Afrika, termasuk Nigeria.

"Afrika sekarang bukanlah Afrika 20 tahun lalu yang sarat dengan konflik, kelaparan dan penyakit. Afrika adalah benua dengan segudang peluang dan kesempatan bagi Indonesia cukup besar terlebih kita memiliki hubungan sejarah yang positif," katanya sekaligus ingin mematahkan pandangan negatif tentang Nigeria.

Kerja sama Indonesia dan Nigeria berfokus pada bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan peningkatan kapasitas. Di bidang ekonomi, Indonesia menempatkan Nigeria sebagai pasar non-tradisional yang penting. Dengan jumlah penduduk 170 juta, munculnya kelas menengah yang pesat, sumber daya alam yang melimpah, dan pertumbuhan ekonomi yang baik, menjadikan peluang dan potensi Nigeria perlu digarap secara serius dan terencana dengan baik.

Total perdagangan Indonesia-Nigeria tahun 2012 tercatat 3, 18 miliar dolar AS dengan tren peningkatan 50 persen. Ekspor Indonesia ke Nigeria tercatat mencapai 413 juta dolar dan impor Indonesia sebesar 2, 77 miliar dolar. Besarnya jumlah impor ini disebabkan oleh pembelian minyak dari negara ini. 

Namun demikian, Nigeria masih merupakan pasar ekspor terbesar Indonesia di wilayah Afrika bagian barat, meskipun pada tahun 2012, ekspor non-migas Indonesia mengalami penurunan sebesar sembilan persen jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 465 juta dolar AS.

Saat ini 20 perusahaan Indonesia telah lebih dahulu berkiprah di Nigeria melalui investasi dan perdagangan diantaranya PT Indorama (petrokimia), Indofood (produk mie instan), Sinar Mas (kertas dan plastik), Kedaung Group (peralatan dapur), dan Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia (perawan pesawat).

Produk industri pertahanan strategis Indonesia seperti pesawat CN-235 juga telah digunakan di beberapa negara Afrika seperti Burkina Faso, Senegal, dan Guinea-Conakry. Peluang di bidang pertahanan sangat besar di Nigeria. (Antara)

Sunday, August 4, 2013

Belajar dari Kisah Kebangkrutan Kota-kota di AS


Siapa menyangka tahun 2013 ini menjadi petaka bagi (sebagian) Amerika Serikat? Ini bukan soal teroris, namun masalah kemakmuran. Ya, dalam beberapa bulan terakhir, berbagai media di dalam dan luar negeri ramai memberitakan kebangkrutan kota-kota di Amerika Serikat. Salah satu yang menarik untuk disimak adalah kebangkrutan yang dialami oleh Detroit.

Dengan berlindung pada pasal 9 Undang-Undang Perlindungan Kepailitan setempat, Detroit mengajukan kebangkrutan pada pengadilan federal, 18 Juli 2013 lalu. Jika permohonannya dikabulkan, kurator yang ditunjuk akan diberikan kewenangan untuk melakukan penjualan aset kota guna membayar hutang-hutangnya. Pada saat mengajukan kebangkrutan, Detroit memiliki hutang sebesar USD 18 miliar, serta memiliki segudang permasalahan.

Minimnya pembayar pajak, tingginya biaya pensiun dan jaminan kesehatan, serta defisit pada anggaran operasional sejak 2008, memaksa layanan kota berkurang drastis. Sebagai kota besar dengan hanya 60% lampu penerangan jalan yang masih berfungsi, Detroit menjelma menjadi salah satu kota berbahaya di Amerika Serikat. Hal ini diperparah dengan kondisi panggilan darurat 911 yang membutuhkan respons hingga 40 menit guna mendapatkan layanan. 

Saat ini, lebih dari 20% penduduk Detroit adalah pengangguran, dan ditambah dengan sekitar 78.000 gedung kosong dalam kota, semakin memperkuat citra keruntuhannya. Kondisi ini jauh dari masa jaya Detroit di tahun 1960-an dimana Ford, Daimler Chrysler dan mobil mobil ternama Amerika Serikat diproduksi disana. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,8 juta jiwa pada saat itu, kini Detroit hanya dihuni oleh sekitar 500 ribu jiwa.

Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh sang Walikota, Mr. Bing, “Kami bukanlah satu-satunya kota yang harus berjuang keras dengan apa yang kami alami. Ada sekitar 100 kota urban terkemuka saat ini yang kurang lebih memiliki masalah yang sama. Kami mungkin salah satu dari yang pertama (menyatakan kebangkrutan), tetapi kami jelas bukan yang terakhir”. Sebuah pernyataan yang menyiratkan keputusasaan atas kondisi yang sedang dihadapi.

Hal tersebut seakan mengingatkan kejadian pada tahun 2012, tepatnya pada tanggal 28 Juni, dimana sebuah kota di California, bernama Stockton, mendeklarasikan kebangkrutannya. Dengan masalah yang kurang lebih sama dengan Detroit, kota ini menanggung defisit anggaran sebesar USD 90 juta dalam tiga tahun terakhir. Suatu jumlah yang jauh dari ukuran Detroit, namun dengan kapasitas yang lebih kecil, memberikan dampak yang kurang lebih sama bagi penduduknya.

Dampaknya, seperempat petugas kepolisian kota dan sepertiga petugas pemadam kebakaran harus dirumahkan. Total, 40% dari seluruh pegawai kota harus dirumahkan. Tidak hanya itu, gaji dan tunjangan kesehatan bagi yang masih bekerja juga harus dipangkas.

Akibatnya, angka pengangguran dan kriminalitas di Stockton meningkat tajam dalam 3 tahun terkahir. Dengan lebih dari 15% penduduknya merupakan pengangguran, tidak mengejutkan jika satu dari setiap 195 rumah di Stockton disita karena gagal bayar.

Dari kedua kota tersebut, kita dapat menarik beberapa pelajaran penting. Yang pertama, Detroit dan Stockton merupakan kota yang mengalami kebangkrutan karena ditinggalkan penduduknya. Rendahnya jumlah lapangan kerja dan minimnya dukungan dari pemerintah menjadikan kedua kota tersebut memudar dan sulit berkembang. Detroit yang pernah mengalami masa kejayaan, memiliki masalah dengan keberlangsungan usaha, karena tidak dapat berkompetisi dengan kota lain bahkan Negara lain dalam menarik atau mempertahankan suatu investasi.

Yang kedua, sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat, kita tidak dapat membayangkan para penduduk Detroit maupun Stockton untuk tidak membayar pajak. Internal Revenue Service(IRS) dengan segudang reputasinya pastinya sudah bekerja dengan baik untuk memastikan tidak ada potensi pajak yang hilang. Minimnya pajak yang dikumpulkan dari Detroit dan Stockton lebih disebabkan oleh minimnya laba (kesejahteraan) yang dihasilkan oleh penduduknya.

Yang ketiga, kota sebesar Detroit juga memiliki masalah dengan korupsi. Pejabat tertingginya dipenjarakan karena masalah korupsi pada saat kota yang dipimpinnya berjuang keluar dari krisis. Suatu hal yang memaksa penerusnya untuk akhirnya mengajukan kebangkrutan. Korupsi bukanlah penyebab utama bangkrutnya Detroit, namun semakin memastikan nasib yang dialami oleh kota tersebut.

Dari berbagai pelajaran di atas, dapat kita simpulkan bahwa membayar pajak dengan patuh belum menjamin kesejahteraan kita akan berlangsung dengan baik. Dibutuhkan upaya ekstra untuk turut mengawasi penggunaan uang Negara yang dikumpulkan dari pajak, agar digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Penting bagi masyarakat untuk memahami, bahwa kehidupan yang saat ini kita nikmati, harus dapat diwariskan ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus turut mengawasi penggunaan uang Negara guna menjamin kehidupan yang berkelanjutan.
Keberkelanjutan tersebut harus dimaknai dengan banyaknya lapangan pekerjaan, kemudahan berinvestasi sekaligus menarik bagi investor, serta tidak adanya korupsi.

Hal ini juga berarti kemandirian bangsa  harus terwujud. Penting untuk diingat bahwa saat ini masih banyak subsidi yang dianggarkan pemerintah untuk berbagai hal yang sifatnya konsumtif. Meski masih dalam situasi krisis ekonomi dunia, penerimaan pajak saat ini masih dapat ditingkatkan lagi.

Oleh karena itu, kepatuhan dalam membayar pajak harus dibarengi dengan kepedulian untuk mengawasi penggunaan uang pajak.
Di akhir bulan Ramadhan ini, mari kita renungkan bersama, sekaligus berdoa, agar peristiwa yang dialami oleh Detroit dan Stockton tidak terjadi di negeri kita tercinta. Selamat menjalankan ibadah puasa.

Thursday, August 1, 2013

Rusia Terima Suaka Snowden, Amerika Kecewa

Penumpang tengah bersantap di sebuah Cafe di Bandara Transit Sheremetyevo Moskow, dengan latar belakang layar televisi yang tengah menayangkan berita tentang Edward Snowden.























MOSKOW -- Pembocor rahasia intelijen Amerika Serikat, Edward Snowden berterima kasih kepada Rusia karena memberinya suaka sementara selama satu tahun. Suaka tersebut membuatnya dapat meninggalkan bandara Moskow yang dia tempati sejak Juni lalu. 

Pernyataan terima kasih itu disampaikannya melalui laman WikiLeaks. 

Dalam pernyataan itu, Snowden juga menuding pemerintah AS "tidak menunjukkan rasa hormat" terhadap hukum internasional. 

"Selama delapan minggu terakhir ini, kita melihat bagaimana pemerintahan Obama tidak menghormati hukum internasional maupun hukum dalam negeri, namun pada akhirnya hukumlah yang mendapat kemenangan," kata Snowden dalam pernyataan pertamanya kepada masyarakat umum sejak ia meninggalkan bandar udara Sheremetyevo di Moskow. 

"Saya berterima kasih kepada Federasi Rusia karena telah memberikan tempat perlindungan, sesuai dengan hukum yang berlaku di negara itu dan kewajiban-kewajiban internasionalnya."

Snowden, yang diburu Amerika Serikat atas tuntutan melakukan kejahatan setelah membocorkan rincian program pengintaian rahasia besar-besaran oleh AS, akhirnya berhasil meninggalkan Sheremetyevo pada hari Kamis. 

Sebelumnya, ia terjebak berada di bandara tersebut selama lebih dari lima minggu setelah tiba dari Hong Kong. 

WikiLeaks mengatakan Snowden meninggalkan bandara dengan ditemani oleh penasihat hukum laman kelompok anti-kerahasiaan itu, Sarah Harrison, yang terus mendampingi Snowden selama ia berada di bandara, dan bahwa kedua sosok itu pergi ke "tempat yang aman dan rahasia". 

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, menggambarkan upaya pencarian suaka Snowden yang berhasil itu sebagai kemenangan dalam perjuangan melawan "perang terhadap pembocor rahasia" yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. 

"Amerika Serikat tidak lagi bisa meneruskan aksi pengintaian terhadap para warga dunia dan penjajahan digitalnya terhadap negara-negara berdaulat," kata Assange dalam sebuah pernyataan. 

"Masyarakat umum tidak lagi harus berjuang untuk itu. Para pembocor rahasia akan terus muncul sampai pemerintah mematuhi perundang-undangan dan pernyataannya sendiri."

WikiLeaks, yang seperti halnya Snowden telah membuat pemerintah AS marah dengan menerbitkan ratusan ribu dokumen rahasia, menyatakan terima kasih kepada para staf di bandara yang telah memberikan bantuan kepada Snowden dan Harrison. 

Pemerintah AS  sendiri menyuarakan kekecewaan kepada Rusia atas keputusannya tersebut. 
Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan mereka mempertimbangkan untuk mempertemukan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dijadwal pada September mendatang.

Data terbaru yang dibocorkan Snowden adalah pemerintah AS membayar 150 juta dolar AS kepada agen mata-mata Inggris, GCHQ untuk mengamankan akses dan pengaruh pada program intelijen Inggris. 

Dalam laporan BBC, pengacara Snowden, Anatoly Kucherena mengatakan kliennya meninggalkan bandara Sheremetyevo pada pukul 14.00 waktu setempat ke sebuah tempat yang dirahasiakan. Sambil menunjukkan fotokopi dokumen yang diterbitkan untuk kliennya, dia menilai Snowden merupakan orang paling dikejar di seluruh dunia. 

Kucherena mengatakan Snowden dilindungi oleh ahli hukum dari organisasi Wikileaks. Layanan Migrasi Federal Rusia mengkonfirmasi Snowden tentang pemberian perlindungan tersebut. 

AS menginginkan agar Snowden diserahkan kepada pihaknya untuk menghadapi tuntutan terkait dengan kegiatan mata-mata. 

Namun, seorang pejabat Kremlin mengatakan hubungan tidak akan menjadi buruk hanya karena apa yang disebutnya sebagai kasus "yang relatif tidak penting". 

Gambar-gambar yang muncul di televisi Rusia memperlihatkan dokumen baru Snowden, yang mirip dengan paspor Rusia, dan menunjukkan bahwa ia telah diberi suaka selama setahun terhitung mulai tanggal 31 Juli. 

"Ia adalah sosok yang paling diburu di planet Bumi ini. Menurut anda, apa yang akan ia lakukan? Ia harus memikirkan tentang keamanan dirinya. Saya tidak bisa mengatakan ke mana ia pergi," kata pengacara Snowden, Anatoly Kucherena, kepada Reuters. 

"Saya mengantarkannya ke sebuah taksi sekira 15 sampai 20 menit lalu dan menyerahkan kepadanya sertifikat yang menyebutkan bahwa ia mendapatkan status pengungsi di Federasi Rusia," tutur Kucherena. 

"Ia boleh tinggal di manapun di Rusia. Itu pilihan pribadi dia."

Ia mengatakan Snowden, yang paspornya ASnya dibatalkan oleh Washington setelah ia terbang ke Moskow dari Hong Kong pada 23 Juni lalu, tidak akan tinggal di sebuah kedutaan di Moskow, kendati tiga negara Amerika Latin telah menawarkan tempat perlindungan baginya. 

Snowden (30 tahun), didampingi oleh Sarah Harrison, yang membenarkan bahwa warga AS itu telah meninggalkan bandara. Lalu bagaimana selanjutnya Snowden menghidupi dirinya sendiri ?

"Snowden adalah seorang ahli, seorang ahli dengan kemampuan yang sangat tinggi dan saya menerima surat-surat dari berbagai perusahaan dan warga negara yang sangat ingin menariknya untuk bekerja dengan mereka. Ia tidak akan ada masalah tentang itu (untuk mendapatkan pekerjaan, red)," kata pengacara tersebut. 

"Ia perlu mendapat pekerjaan. Ia bukan orang kaya dan uang yang ia punya, tentunya dia punya, dikeluarkan untuk membeli makanan. Tentunya ia sadar bahwa ia harus bekerja untuk membiayai hidupnya."

Snowden pada hari Kamis sudah mendapat tawaran pekerjaan dari sebuah situs jaringan sosial sangat populer di Rusia, beberapa jam setelah bekas pegawai badan intelijen AS itu mendapatkan suaka di Rusia. (dari berbagai sumber : Republika, Antara, dan Reuters).

Tamparan keras untuk Washington

Berita di atas jelas merupakan tamparan keras untuk Washington oleh Rusia, yang sama sekali tidak mau tunduk pada keinginan AS-- untuk mengekstradisi Snowden ke wilayah hukum AS. Ini bukan yang pertama bagi Rusia untuk secara terang-terangan menentang kemauan AS, dalam percaturan politik antar kedua negara maupun dalam isu-isu internasional. 

Rusia dan China saat ini diakui atau tidak telah memainkan peranan sebagai penyeimbang kekuatan pengaruh Barat atas apapun kebijakan yang berpotensi merusak tatanan internasional oleh negara-negara Barat, terutama AS dan Uni Eropa. 

Keseimbangan kekuatan adalah penting, bahkan sangat mutlak dibutuhkan untuk mencegah sebuah negara besar bersikap sewenang-wenang terhadap warga dunia untuk alasan apapun demi keamanan nasional negara adikuasa itu, atau untuk sekutu utamanya, atau lebih khusus lagi demi melayani kepentingan "anak manja Barat" paling egois dan badung di dunia, Israel.

Tanpa keseimbangan kekuatan, potensi penyalahgunaan 'pengaruh dan monopoli AS' untuk melanggar hukum internasional sangatlah besar. Jadi peran Rusia dan China memang cukup baik dalam meredam imperium AS yang cenderung agresif dan monopolistis.


Pertumbuhan Ekonomi dan Signifikansi pengaruh geopolitik

Ketika Uni Sovyet belum pecah, negara itu merupakan negara super power yang luas wilayahnya saja mencakup 22 juta km2, bandingkan dengan China yang luasnya 9,6 juta km2, AS yang luas wilayahnya hanya 9,83 juta km2, dan Indonesia yang hanya 1,2 juta km2.

Dengan kemajuan teknologi serta kemampuan rudal nuklirnya saat itu, Uni Sovyet benar-benar menakutkan, menjadi ancaman serius terhadap ideologi Barat.

Lalu di bawah Mikhael Gorbachev Uni Sovyet bubar, pecah menjadi negara-negara kecil dan sebagai akibatnya kekuatan ekonomi mereka turun drastis. 

Runtuhnya Uni Sovyet yang sebelumnya didahului oleh robohnya tembok Berlin menjadi simbol penting bahwa era komunis-sosialisme akan berakhir, tinggal menyisakan China dan Vietnam di Asia, serta Cuba, Venezuela, Bolivia, Nicaragua, dan beberapa negara lain di benua Amerika (Selatan dan Latin).

AS merasa menang dalam persaingan perang dingin, kapitalisme merasa telah menjadi raja sistem ekonomi di dunia, dan NATO menjadi semakin percaya diri seolah sebagai penguasa tunggal di kolong jagad. 

Selama beberapa dekade AS seperti menjadi raksasa ekonomi dan militer tunggal di dunia, hingga imperium itu bertindak semau-maunya menjatuhkan bom di Irak, menyerang Afganistan, dan mempersenjatai oposisi sipil untuk menggulingkan pemerintahan Libya. Ketika zaman Presiden George Bush, negara itu benar-benar bringas. AS tak menggubris DK PBB, keberatan Rusia dan China untuk tidak menyerang begitu saja negara lain tanpa mandat dari DK PBB. 

Jelas bahwa aturan internasional banyak yang dilanggar. Penjara Guantananmo juga pelanggaran atas hukum internasional, di mana tahanan tanpa proses pengadilan disiksa dan dibunuh di sana, atas perintah George Bush. Uskup Agung Afrika Selatan, Desmond Tutu, bahkan menyebut Bush sebagai penjahat perang yang harus diadili. Dia mendesak pengadilan tindak pidana hak asasi internasional (ICC) untuk mengungkap kejahatan HAM yang dilakukan oleh Presiden Bush.

''George Bush dan Tony Blair telah melakukan kejahatan perang terhadap Irak,'' tulis Desmond di surat kabar Inggris The Observer, seperti dikutip The Associated Press, Ahad (2/9). Aktivis Apertheid ini menuliskan, kedua pemimpin negara adidaya itu telah melakukan kebohongan publik, dengan menyiarkan senjata pemusnah massal dan pembunuhan massal sebagai alasan invansi militer pada 2003 itu.

Menurut dia, kestabilan politik internasional dan keamanan di Kawasan Timur Tengah tidaklah akan terusik apabila AS dan sekutunya tidak turut campur di sana. Lebih jauh dia menganalisa penggulingan Saddam Hussein oleh kelompok digdaya itu adalah pemantik kerusuhan di kawasan hingga sekarang, dan memaksa Iran untuk terlibat. 

''Bush dan Blair telah mendorong manusia ke tepi jurang peperangan,'' ujar peraih Nobel Perdamaian 1984 ini. Desmond mengaku kecewa terhadap penegakan hukum di internasional, yang dianggap tidak adil dalam memperlakukan penjahat kemanusian lainnya. 

Dia mempertanyakan pengadilan di Den Haag hanya terkonsentrasi terhadap pelanggar HAM di Asia dan Afrika, namun tidak 'membuka mata' terhadap kejahatan kemanusian yang dimotori oleh AS bersama sekutu di tempat lain. Dia menjelaskan, hingga sekarang 16 kasus kejahatan HAM yang diseret ke ICC. Di antaranya, yang menyeret pemimpin pemberontak dari Republik Demokratik Kongo (DRC), Thomas Lubanga (divonis 14 tahun penjara), dan penjahat perang Serbia Ratko Mladic. 

Amnesti Internasional bahkan menyerukan kepada negara-negara Afrika seperti (Ethiopia, Tanzania,Zambia) yang rencananya akan di kunjungi oleh George W.Bush,supaya menangkap mantan presiden AS itu yang telah melakukan berbagai kejahatan terhadap kemanusiaan ketika ia masih menduduki Gedung Putih tahun 2001-2009.

Memang menurut pakar hukum senior,Matt  Polard  bahwa George W.Bush saat berkuasa dulu telah melakukan berbagai kejahatan terhadap kemanusian yang bertentangan dengan “United Nations Convention Against Torture and Other,Inhuman or Degrading  Treatment or Punishment “.Konvensi yang ditandatangi oleh 147 negara anggota  PBB   yang berlaku secara hukum sejak tahun 1987 ,namun yang efektif hanya bila pelakunya berasal dari negara -negara kecil .Akan tetapi sekiranya mantan petinggi paman Sam yang terlibat berbagai kejahatan itu  mustahil  bisa diseret kepengadilan kejahatan perang internasional(ICC), seperti halnya George W.Bush.

Selama ia menjadi orang nomor satu di Gedung Putih,berbagai kejahatan terhadap kemanusia dilakukannya seperti terhadap masyarakat Iraq,Afghanistan.Ia pula memerintahkan CIA untuk menangkap secara acak warga Iraq atau Afghanistan yang dianggapnya teroris.Lalu tahanan itu dibawa ke Guantanamo Bay ,yang kemudian ternyata kebanyakannya justeru terdiri dari warga sipil Afghanistan .Bahkan Bush membohongi masyarakat internasional dengan mennuduh Iraq mempunyai senjata kimia dan nuklir sebagai dalih untuk membenarkan invasinya terhadap Iraq,padahal ia sebenarnya sudah mengetahuinya bahwa tuduhan itu hanya isapan jempol belaka sebagaimana ia mengakuinya tahun lalu.

Namun siapa menyangka, runtuhnya Lehman Brothers, Enron, Ernst & Young, dan beberapa perusahaan energi, keuangan, dan konsultan terbesar di dunia asal AS karena skandal akuntansi, penipuan laporan keuangan dan juga kasus submarine mortgage berbuntut pada krisis keuangan di AS. 

Tak kurang lima kota di AS menyatakan diri bangkrut. Pernyataan kebangkrutannya pada pengadilan Federal pada 18 Juli lalu karena hutang yang menggunung. Detroit dengan utang sebesar US$ 18 miliar atau setara Rp 184,6 triliun tersebut mengajukan permohonan perlindungan tagihan dari para kreditor.
Kejadian ini sekaligus membuka bab baru setelah lama terbuai sebagai raja industri otomotif Amerika. Meski demikian, ternyata Detroit bukan satu-satunya kota yang mengalami kebangkrutan di AS. Sebelumnya beberapa kota di California pun mengalami hal serupa.

Berikut lima kota yang bangkrut dengan jumlah utang terbesar di AS:

1. Detroit, Michigan

Jumlah utang: US$ 18 miliar
Pengajuan status kepailitan: 18 Juli 2013
Penyebab kebangkrutan: Defisit anggaran sejak 2008, penurunan jumlah penduduk, tingginya biaya kesehatan, lonjakan utang dana pensiun, rusaknya sebagian infrastruktur kota, dan terlalu banyak pinjaman.

2. Jefferson County, Alabama

Jumlah utang: US$ 4 miliar
Pengajuan status kepailitan: 10 November 2011
Penyebab kebangkrutan: Masalah sistem pembuangan limbah kota

3. Orange County, California

Jumlah utang: US$ 2 miliar
Pengajuan status kepailitan: 6 Desember 1994
Penyebab kebangkrutan: Penerapan strategi investasi berisiko

4. Stockton, California

Jumlah utang: US$ 1 miliar
Pengajuan status kepailitan: 27 Juni 2012
Penyebab kebangkrutan: Krisis kredit perumahan berkepanjangan

5. San Bernardino County, California (2012)

Jumlah utang: US$ 500 juta
Pengajuan status kepailitan: 3 Agustus 2012
Penyebab kebangkrutan: Tingginya defisit anggaran, angka pengangguran yang tinggi dan masalah tunggakan kredit perumahan.

Kebangkrutan lima kota di AS ini mengindikasikan betapa seriusnya krisis ekonomi di negara itu. Sementara di saat yang sama Rusia berangsur-angsur pulih dan tumbuh sebesar 3% per tahun, dan China bahkan melesat dengan angka pertumbuhan lebih dari 10% per tahun. 

Rusia sebagai jelmaan Uni Sovyet seolah mampu menjadi penyeimbang kekuatan AS sekarang ini, baik saat menghadapi krisis di Suriah maupun Iran, agar negara adikuasa itu tidak semena-mena memaksakan kehendaknya pada negara lain, dengan mengirimkan jet-jet tempur, menjatuhkan bom-bom, dan menembaki rakyat sipil. 

Dibandingkan dengan masa 1990-an, Rusia lebih tegas dan berani menentang keinginan AS. Pada dekade tahun 1990-an ketika itu Rusia sedang dalam krisis ekonomi sementara AS masih menjadi ekonomi terkuat di dunia.

Namun tahun 2000-an siklus tampaknya menuju fase yang lain. Rusia justru semakin tumbuh dan AS sebaliknya, mengalami krisis yang tak juga pulih hingga sekarang. Anggaran militer AS pun mengalami pemotongan. Jika trend ini tidak juga berubah, boleh jadi 15 tahun ke depan Rusia akan mampu mengungguli AS dari sisi militer. Dan di saat yang sama, China diperkirakan akan tumbuh menjadi negara adikuasa baru. 

Krisis ekonomi di Eropa dan AS tampaknya belum berakhir. Jika Indonesia tetap mampu bangkit dengan pertumbuhan ekonomi di atas 6 % per tahun, bukan tidak mungkin negara kita akan mampu mengejar India dan Brazil, melampaui Belanda, Italia, dan Inggris. Jika Indonesia bisa konsisten seperti itu dengan agenda pembasmian korupsi secara konsisten dan sungguh-sungguh, maka bukan mustahil 20 tahun dari sekarang Indonesia akan menjadi negara maju. 

Rusia, China, India, Brazil, South Africa, dan Indonesia boleh jadi akan menjadi kekuatan baru BRIICS, kekuatan yang akan menjadi penyeimbang bagi monopoli Barat. Tatanan dunia diharapkan akan berubah. Tak ada lagi negara adikuasa yang boleh seenak perutnya meledakkan peluru kendali ke desa-desa di Afganistan, menangkapi orang yang mereka labeli sebagai teroris untuk dijebloskan ke tempat penyksaan paling mengerikan tanpa proses pengadilan di Guantananmo, dan lain-lain kejahatan kemanusiaan. Dunia harus dikembalikan pada aturan kebenaran, universal, adil, dan menghormati martabat kemanusiaan. Bukan cuma slogan kosong, melainkan adil dalam arti sesungguhnya. Demi kesejahteraan seluruh manusia di dunia.     

Pelajaran untuk Indonesia

Sekarang dunia tahu bahwa tak ada tempat aman di dunia digital, apalagi di dalam jaringan internet. Terlebih lagi dengan perangkat smartphone sekarang ini yang menggunakan layar sentuh (touch-screen), yang dengan aplikasi khusus sidik jari Anda bisa dipindai dengan mudah, wajah Anda bisa difoto atau dipindai menggunakan kamera HP Anda, atau aktivitas anda bisa direkam menggunakan kamera di HP Anda, lalu lokasi Anda bisa ditelusuri menggunakan satelit secara akurat menggunakan Google Maps atau Google Earth, tak ada lagi tempat bersembunyi. Aplikasi mata-mata tersebut, sudah ditanamkan ke dalam telepon pintar manapun menggunakan sebuah aplikasi samaran tertentu ke dalam sistem operasi Android ataupun Windows 8. 

Snowden, Julian Assange, dan Manning hanya menunjukkan ke kita, termasuk ke pemerintah Indonesia yang presidennya (SBY) juga disadap, agar lebih berhati-hati dan mulai memikirkan sistem keamanan sendiri. Sebaiknya Indonesia segera mengembangkan satelit sendiri, sistem Search Engine sendiri, media sosial sendiri, yang servernya kita bangun di negeri ini sendiri, dan sistem aplikasi keamanan yang mandiri agar semua informasi tidak bisa disadap oleh mereka. 

Edward Snowden, Julian Assange, dan Bradley Manning hanya membuka mata kita bahwa tak ada tempat aman di kolong jagad ini, dan bahwa mereka tidak menjamin penghentian upaya mata-mata AS itu terhadap siapapun sasaran di dunia ini, baik individu maupun pemerintahan, termasuk Presiden Indonesia sendiri, atau menteri-menterinya, atau hakim-hakim di pengadilan tinggi, atau bahkan warga biasa sekalipun.

BIN dan LSN sebaiknya merespon ini secara konstruktif demi keamanan negara ini ketimbang membela diri dengan mengatakan bahwa ES (Edward Snowden) tidak harus dipercaya. Kepala BIN, Marciano Norman, mengatakan bahwa ES hanya ingin menciptakan ketegangan-ketegangan antar negara saja, tanpa menjelaskan apa motif mendasar dari pria yang secara berani mempertaruhkan nyawanya menghadapi kekuasaan negaranya sendiri (AS) untuk membela warga dunia. Pernyataan Marciano ini sama sekali tak ada gunanya untuk kemajuan digital security system kita saat menanggapi bahwa Presiden SBY dan seluruh jajarannya juga disadap oleh Inggris dan AS ketika pertemuan G-20, sementara Australia mengambil keuntungan dari pencurian informasi tersebut. 

Marciano terkesan takut pada pemerintah Inggris / AS  serta Australia sehingga lebih memilih bermain aman dengan ikut-ikutan menyalahkan Snowden karena barangkali juga mentalitas ketua Badan Intelijen Nasional (BIN) kita ini tidak seberani Edward Snowden atau Julian Assange atau Bradley Manning.

Berbeda dengan China atau Turki, mereka memanggil duta besar AS dan Inggris untuk meminta penjelasan dan klarifikasi soal penyadapan yang mereka (AS, Inggris, dan Australia) lakukan terhadap pemimpin-pemimpin mereka. Pemerintah kita terkesan menghindari konflik, tidak menyakan soal tindakan penyadapan itu, karena jajaran pejabat tinggi di pemerintahan kita memang tidak ingin melihat bagaimana mereka bereaksi.

Harus diakui, pemimpin kita saat ini memang tidak seberani Perdana Menteri Rusia atau China, PM Turki atau India, dan bahkan tidak sebanding dengan mendiang Presiden Soekarno yang begitu percaya diri menyatakan : Amerika kita sterika, Inggris kita linggis ! Saat menghadapi Agresi militer Belanda II yang membonceng tentara Inggris menyerbu Surabaya. Jenderal Mallaby, komandan tempur Inggris tewas ketika itu ditangan pemuda-pemuda Surabaya, setelah sebelumnya menghina rakyat Surabaya agar menyerahkan diri lalu memberikan senjatanya ke markas tentara Inggris di Surabaya, sebelum jam 18.00 tanggal 9 November 1948.
Bung Tomo, pemimpin pasukan Indonesia menghadapi
Inggris dan Belanda di Surabaya.

Jenderal Inggris bermulut besar itu ditemukan telah jadi mayat, kehilangan nyawanya di sore hari 10 November 1948, setelah perang hebat antara pasukan Inggris melawan pemuda-pemuda Surabaya di bawah pimpinan Bung Tomo. Pasukan Inggris yang tersisa pun pergi dari Indonesia. Belanda sendiri tidak berani melanjutkan niatnya menjajah lagi Indonesia, melihat sekutunya yang lebih kuat ternyata tumbang juga di tangan para pejuang pribumi.


Bangkai mobil Brigadir Jenderal Mallaby teronggok di jalanan di Surabaya. Mobil ini terbakar setelah terjadi kontak senjata langsung dengan para pejuang Surabaya di Jembatan Merah. Seorang pemuda Surabaya meledakkan mobil yang ditumpangi Sang Jenderal dengan sebuah granat tangan. Mayat Jenderal itu sulit dikenali lagi, dan para pejuang RI di Surabaya bertempur siang-malam selama tiga minggu melawan para penjajah itu.

Soekarno, Presiden Indonesia,---kata seorang penulis Barat--yang jika Ia berbicara semua pemimpin dunia menyimak dan mendengarkan, pemimpin yang bukan saja menjadi juru bicara untuk negerinya sendiri, melainkan bersuara keras mewakili seluruh rakyat Asia dan Afrika. 


Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno bersama Presiden AS ketika itu, JF Kennedy. Soekarno dianggap pahlawan bukan saja oleh Indonesia, melainkan pula oleh rakyat Asia dan Afrika. John F. Kennedy adalah Presiden AS yang sangat dekat dengan Presiden Soekarno setelah Presiden Indonesia itu dibuat jengkel oleh pendahulu Kennedy, Presiden Dwight Eishenhower. 
Ir. Soekarno mengatakan bahwa niat persahabatan AS di bawah presiden Eishenhower tidak tulus karena permintaan macam-macam dari bantuan yang mereka berikan. Eishenhower juga kedapatan membantu pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi. Eishenhower juga megirimkan penyelundup ke hutan Sulawesi, yang akhirnya tertangkap oleh TNI. Allen Pope, Sang pilot CIA itu akhirnya diampuni oleh Seokarno, setelah istri Pope datang meminta pengampunan, agar suaminya itu tidak dihukum mati.
Soekarno mengunjungi Kennedy pada bulan April 1961. Keduanya langsung merasa cocok. Kennedy secara pribadi bahkan memberi Seokarno sebuah pesawat Helikopter dan Pesawat Hercules C-130 untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda, dan di saat yang sama Kennedy mengutus adiknya, jaksa agung Bob Kennedy untuk datang ke Indonesia dan Belanda. AS menekan Belanda untuk mau ke meja perundingan menyelesaikan sengketa tentang Irian Barat dengan pihak Indonesia.
Kennedy sudah berjanji akan mengunjungi Indonesia, dan Soekarno pun membangunkan sebuah paviliun istimewa di Istana negara untuk sahabatnya itu. Sayang sekali, John F Kennedy keburu tewas ditembak sebelum mencoba paviliun istimewa itu.
   
Presiden RI Soekarno terlihat sangat percaya diri ketika memeriksa pasukan militer AS saat disambut upacara kenegaraan bersama rekannya dari AS, Presiden John F. Kennedy. 


Soekarno adalah ahli bahasa Jempolan. Pada usia 16
tahun ia sudah membaca habis buku karya Karl Max, Das Kapital dalam bahasa aslinya, Bahasa Jerman. Pada Usia 19 tahun mendirikan Partai politik PNI, sebagai alat perjuangan.
Perlu dicatat, Das Kapital adalah buku filsafat yang sangat sulit dicerna, sulit dipahami oleh seorang sarjana lulusan S-2 sekalipun, dan biasanya mahasiswa memahaminya lewat
tulisan kedua yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa awam. Soekarno menguasai tak kurang dari 36 macam bahasa di dunia,
termasuk bahasa Rusia, menjadikan dirinya tidak butuh penterjemah sehingga ia menjadi pemimpin paling supel di dunia. 

Das Kapital, karya Karl Max. Buku Filsafat, pemikiran ekonomi politik  yang merupakan kritik terhadap sistem Kapitalis saat itu.
Karl Max terinspirasi oleh Frederich Engel, karya yang menjadi ide dasar lahirnya sistem sosialis di negara-negara seperti China, Uni Sovyet, Bulgaria, Chekoslovakia, dan
lain-lain Blok Timur ketika itu.
Ini adalah foto tentang dua peimpin negara paling ekspresif di dunia. Presiden Indonesia Soekarno dan Pemimpin Uni Sovyet Nikita Kruschev.
Belum pernah ada hingga kini, dua pemimpin negara se-ekspresif dan sedekat ini, hingga berbagi cerutu bersama--suatu simbol betapa dekatnya Indonesia dan Uni Sovyet ketika itu.
Uni Sovyet membantu Indonesia dengan mengirimkan kapal perang, kapal selam, dan senjata-senjata canggih untuk merebut Irian Barat sehingga Belanda mundur dan Indonesia tanpa kesulitan merebut kembali Irian Barat.
Kedekatan Indonesia dan Uni Sovyet telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angkatan laut terkuat di Asia, setelah Jepang kalah dalam perang dunia II.

AS setelah sepeninggal Kennedy, di bawah Presiden baru mereka Lyndon Johnson, berbalik membantu Belanda. AS berpikir ulang untuk terus membantu Belanda secara militer ketika itu, ketika mereka diberitahu Soekarno melalui
duta besar mereka di Jakarta, bahwa Indonesia sanggup mengusir Belanda karena Uni Sovyet akan membantu secara militer. AS berhitung ulang melihat fakta ini, menghadapi Uni Sovyet yang ketika itu merupakan negara super power akan membuat perang berkepanjangan dan melelahkan setelah semua sumber daya mereka tersedot pada PD II melawan Jepang.






Kenapa Militer AS Dipusatkan ke Asia Pasifik dan Indonesia

PACOM dibekali seperlima dari total kekuatan militer AS.


Dalam kunjungan pertamanya ke Jakarta sebagai Panglima Komando Militer AS di Kawasan Pasifik (PACOM), Laksamana Samuel J. Locklear III menegaskan bahwa posisi Indonesia dan negara-negara lainnya di Asia Pasifik kini makin strategis di tengah perubahan dinamika kekuatan global. Itulah sebabnya AS dalam beberapa tahun terakhir menitikberatkan kepentingan keamanannya di Asia Pasifik.

Dalam kunjungan selama tiga haari di Indonesia ini, Locklear tidak hanya menemui para petinggi keamanan dan militer setempat. Dia juga merasa perlu menemui para cendekiawan, mahasiswa hingga jurnalis dalam suatu acara di Jakarta, Jumat 8 Februari 2013, untuk menjelaskan pandangannya soal pergeseran fokus keamanan AS ke Asia Pasifik, yang pertama kali diumumkan Presiden Barack Obama pada November 2011. 

Locklear menyebut pergeseran fokus itu sebagai "Perimbangan Kembali (Rebalance) Peran AS di Asia Pasifik." Dia menegaskan perimbangan yang dimaksud bukan bersifat konfrontatif atau untuk menyudutkan negara atau pihak tertentu. "Ini bukan hanya menyangkut militer tapi juga kebijakan, diplomasi, dan perdagangan... Perimbangan ini adalah suatu strategi kolaborasi dan kerjasama," kata Locklear. 
    
Setelah mengakhiri perang di Irak dan Afganistan, AS menggeser fokus kepentingan keamanannya ke kawasan ini. Itulah sebabnya lebih dari setengah kekuatan militer laut AS kini ditugaskan beroperasi di kawasan yang terdiri dari beragam negara itu, termasuk Indonesia. 
Maka itu, tidaklah heran bila kini Laksamana Locklear memimpin komando gabungan militer terbesar yang dimiliki AS. Wilayah operasi PACOM meliputi Asia Pasifik, Asia Timur, dan Asia Selatan. 

PACOM dibekali seperlima dari total kekuatan militer AS dan akan memimpin 60 persen dari armada Angkatan Laut Amerika. Saat ini, armada militer AS di Pasifik diperkuat oleh lima kapal induk dengan kekuatan pendukung, yaitu 180 kapal, 1.500 pesawat, dan 100.000 personel militer aktif. 
   
Locklear memaparkan betapa pentingnya Asia Pasifik bagi kepentingan keamanan negaranya. "Selama hampir setahun menjabat sebagai panglima, saya makin kagum atas beragamnya kompleksitas di kawasan ini, yang melingkupi lebih dari separuh permukaan Bumi dan lebih dari setengah jumlah populasinya. Kawasan ini punya keragaman yang luar biasa secara sosial, budaya, ekonomi, dan geopolitik," kata Locklear. 

Dia pun memaparkan data yang cukup spesifik dalam menegaskan betapa banyak dan beragamnya kekuatan di Asia Pasifik saat ini dan itu menjadi perhatian utama AS. "Kawasan ini punya dua dari tiga ekonomi terbesar di dunia dan tujuh dari 10 negara terkecil di muka bumi," kata Locklear. 

"Asia Pasifik juga punya negara yang berpenduduk paling banyak di dunia, dan juga negara demokratik terpadat, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak, dan republik terkecil," lanjutnya. 

Locklear memaparkan bahwa dari segi bisnis dan perdagangan, Asia Pasifik juga sangat strategis. Kawasan ini "memiliki sembilan dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, dan jalur-jalur laut paling sibuk yang menghasilkan lebih dari US$8 triliun dari arus perdagangan dua arah yang melibatkan setengah dari total kargo kontainer dunia dan 70 persen dari kapal-kapal pengangkut bahan energi melintasi lautan Pasifik setiap hari," kata Locklear.

Di sisi pertahanan dan keamanan, Asia Pasifik dianggap AS sebagai kawasan yang paling banyak diperlengkapi kekuatan militer. "Kawasan ini punya tujuh dari 10 kekuatan militer terbesar. Lalu, angkatan-angkatan laut terbesar dan paling mutakhir berada di Asia Pasifik." 
Selain itu, tidak boleh diabaikan bahwa lima dari negara-negara kekuatan nuklir dunia berada di kawasan ini.

"Semua aspek itu, bila dikumpulkan, menghasilkan suatu kompleksitas strategis yang unik," kata Locklear, yang selama kunjungannya ke Jakarta menemui Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan para pejabat tinggi Indonesia lainnya. 

"Jadi, kini ada sebanyak hampir 350 ribu personel militer AS yang berdinas dan tinggal di Asia Pasifik dan bersama mereka juga ada hampir 70 ribu anggota keluarga mereka... Saya tegaskan bahwa Amerika merupakan kekuatan Pasifik. Tidak hanya terletak di Pasifik, namun kami juga punya ikatan sejarah dan ekonomi dengan para negara tetangga sehingga mereka menyadari bahwa kita punya kepentingan yang signifikan sebagai sama-sama negara di Asia Pasifik," kata Locklear. 

Locklear menyatakan tidak ambil pusing atas ancaman pengurangan anggaran militer, seperti yang diwanti-wanti oleh Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta, baru-baru ini karena anggaran baru belum kunjung disetujui Kongres. Masalah ini, kata dia, tidak saja dialami oleh militer namun juga melanda pos-pos anggaran lainnya di tubuh pemerintah AS. 

"Militer kami memang harus mengantisipasi perkembangan itu... Namun, kabar baiknya, Presiden Obama sebelumnya menyatakan bahwa Asia Pasifik menjadi prioritas bagi militer kami di masa depan. Tidak saja militer namun juga kerjasama di bidang-bidang lain. Jadi, saya perkirakan justru akan ada banyak interaksi di kawasan ini," kata Locklear.  

Soal China

Sebagai panglima PACOM, Locklear mengungkapkan sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi negara-negara Asia Pasifik. Salah satunya adalah perubahan iklim, yang berdampak pada cuaca dan permukaan laut.

"Kondisi itu berpengaruh bagi keamanan masa depan banyak negara di kawasan ini sehingga kita harus paham bagaimana menghadapinya," katanya.

Ancaman-ancaman lain dari aktor non negara seperti organisasi ekstremis yang menggunakan kekerasan, organisasi teroris, perdagangan narkoba dan lain-lain, juga terus mendatangkan masalah. 

Asia Pasifik pun kini masih dihadapkan pada konflik perbatasan dan kepemilikan wilayah. Akses dan kebebasan di wilayah laut dan dunia siber juga dilihat menjadi tantangan yang kian meningkat. Rawannya situasi di Semenanjung Korea pun masih jadi soal. Begitu pula dengan bangkitnya China dan India sebagai kekuatan ekonomi baru. 

Selain itu, tidak seperti aliansi keamanan NATO di kawasan Amerika dan Eropa, tidak ada suatu mekanisme pemerintahan tunggal di Asia Pasifik yang menyediakan suatu kerangka bersama dalam menyelesaikan konflik. "Itulah sebabnya perimbangan kembali posisi AS menjadi penting bagi Asia Pasifik. Ini menjadi dasar bagi banyaknya peluang kerjasama AS dengan para negara mitra di kawasan," kata Locklear.  

Dia juga meluruskan sikap AS atas berkembangnya pengaruh China di Asia Pasifik. Menurut dia, pola hubungan kedua negara itu tidak sedramatis seperti yang digambarkan media massa. AS, bagi Locklear, tidak melihat China sebagai ancaman walaupun saat ini sedang bersitegang dengan negara-negara sekutu AS, seperti Jepang dan Filipina, menyangkut masalah teritori. 

Locklear tidak setuju dengan anggapan yang beredar saat ini bahwa AS tengah berupaya "mengurung China untuk membendung pengaruhnya di kawasan". Strategi yang diterapkan Washington, menurut Locklear, adalah justru terus berupaya melibatkan negara komunis itu untuk ikut bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di Asia Pasifik.
  
"Kami mengupayakan hubungan yang bertahan lama dengan China, termasuk hubungan militer ke militer. Kami berharap bisa mengesampingkan perbedaan-perbedaan pandangan yang ada dan fokus dalam hubungan yang sama-sama memberi manfaat bersama, seperti memerangi perompakan dan terorisme, melindungi jalur komunikasi laut, kerjasama bantuan kemanusian dan penanggulangan bencana," kata Locklear. 
  
Peran Indonesia 

Sebelum datang ke Jakarta, dalam wawancara singkat melalui telepon dengan VIVAnews, Laksamana Locklear menjelaskan bahwa Indonesia termasuk mitra utama bagi AS dalam menjaga stabilitas di Asia Pasifik. Itulah sebabnya dalam kunjungan ke Jakarta, dia juga menegaskan perlunya pengembangan dan penguatan kerjasama keamanan antara AS dan Indonesia. 

Salah satu yang jadi prioritas kedua negara adalah kerjasama keamanan maritim. "Ini merupakan salah satu elemen yang penting bagi kedua negara, mengingat Indonesia berada di persimpangan dua lautan besar dan juga di salah satu jalur distribusi yang paling penting di dunia. "Kepemimpinan negara Anda di wilayah ini dan begitu juga dukungan kami atas kepemimpinan negara Anda di kawasan ini akan menjadi kunci untuk bergerak maju," kata Locklear.

Banyak yang telah direncanakan pemerintah kedua negara untuk memperkuat kerjasama itu. "Begitu pula akan banyak latihan bersama dan juga latihan di tingkat multilateral yang makin meningkat," kata Locklear. 

Dalam kunjungannya di Jakarta, dia mengatakan bahwa kerjasama antarmiliter kedua negara, terutama sejak 2005, juga semakin erat. "Ini juga termasuk pada kerjasama yang dijalin angkatan laut dari kedua negara. Mengingat letak Indonesia sebagai negara kepulauan di persimpangan yang strategis, kami berharap berbagai kerjasama, seperti berbagi informasi soal situasi keamanan di laut, bisa terus dikembangkan," kata Locklear, yang menjadi Panglima PACOM sejak Maret 2012.

Dalam suatu diskusi beberapa hari sebelum kunjungan Locklear, seorang perwira menengah TNI Angkatan Laut mengungkapkan bahwa Indonesia memegang posisi yang sangat penting bagi banyak negara besar, termasuk AS. "Wilayah kita ibarat pusat gravitasi keamanan maritim. Itulah sebabnya banyak negara yang ingin meningkatkan kerjasama yang lebih baik dengan Indonesia," kata Kolonel Laut Judijanto, perwira dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal).  

Kepala Pusat Olah Yudha (War Game Centre) di Seskoal itu mengingatkan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan strategis dengan Indonesia, termasuk meliputi sektor keamanan maritim. Beberapa negara lain juga menjalin kemitraan serupa, seperti China, Korea Selatan, dan Jepang. "Bahkan Uni Eropa pun ingin menjalin kerjasama dengan kita. Begitu pula Inggris," kata Judijanto.

Dia pun menunjukkan betapa pentingnya perairan-perairan Indonesia bagi perdagangan dan pelayaran internasional. "Setiap tahun, 63 ribu kapal melintas Selat Malaka; 3.500 di Selat Sunda, dan 3.900 di Selat Lombok." 

Di Selat Malaka, tonase kapal-kapal dagang yang melintas setiap tahun mencapai 525 juta ton dengan nilai US$390 miliar, di Selat Sunda sebanyak 15 juta ton dengan nilai total US$5 miliar, sedangkan di Selat Lombok sebanyak 140 juta ton senilai US$40 miliar.

Presentasi Judijanto itu mendukung penilaian Duta Besar David Merrill--diplomat veteran yang kini memimpin lembaga persahabatan AS-Indonesia, Usindo, yang menjadi penyelenggara diskusi--yang sebelumnya memaparkan bahwa Indonesia memiliki tiga selat kunci bagi perdagangan dan pelayaran global, yaitu Malaka, Sunda, dan Lombok.

"Itulah yang membuat Indonesia punya peran esensial dalam mempertahankan keamanan maritim di Asia Pasifik, begitu pula dengan perdagangan dan pelayaran global," kata Merrill. (kd) (VIVANews)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...