Pages

Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Friday, July 26, 2013

Spanyol Minati Industri Kapal Militer



 JAKARTA--- Ini kabar baik bagi industri dan BUMN pertahanan Indonesia. Pemerintah Spanyol menaruh minat untuk menjadi konsumen dan mitra produk-produk alutsista Indonesia.

Ini disampaikan Menhan Spanyol Pedro Morenes Eulate saat bertemu Menhan Purnomo Yusgiantoro di kantornya Rabu (13/2).  Pertemuan berlangsung tertutup dengan didahului upacara penyambutan militer.

Dalam pertemuan itu, kedua menteri membahas sejumlah strategi pertahanan negara, seperti peningkatan pendidikan, perencanaan, inovasi, dukungan logistik, hingga akuisisi produk pertahanan. "Kita setuju untuk memperkuat kerja sama. MoU mencakup atensi kedua negara untuk memfasilitasi peningkatan kerja sama yang telah dibangun sejak 2007,"ujar Menhan Purnomo usai pertemuan.

Purnomo menjelaskan, kerja sama bidang ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi berkaitan dengan penggunaan sistem dan perangkat militer yang terkait teknologi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Strategis."Teknisnya kita akan detailkan nanti antar BUMN dengan mitranya dari Spanyol," katanya.

Hubungan baik antara Indonesia dan Spanyol terjalin khususnya di bidang industri pesawat terbang. Hal tersebut ditandai dengan produksi pesawat jenis Cassa sipil dan militer. "Kita sudah ada joint production antara PTDI dan Airbus Spanyol untuk jenis N -295," katanya.

Nah, lanjutnya, dalam pembicaraan kemarin ada arah kerjasama yang lebih luas hingga merambah ke industri perkapalan."Kami ingin mengintensifkan bidang industri perkapalan Spanyol, Navantia untuk kerja sama dengam perusahaan kapal Indonesia," katanya.

Seperti diketahui, kapal perang Indonesia lebih banyak diproduksi dalam negeri. Misalnya dua kapal cepat rudal (KCR-60) yang sekarang sedang dikebut oleh PT PAL . Kapal dengan panjang 60 meter, lebar 8,10 meter dan berat total 457 ton itu diproyeksikan memperkuat armada perang. Kapal ini bahkan bisa dilengkapi alat antiserangan kapal selam. Kontrak penyelesaian kapal cepat rudal jatuh tempo Maret dan Desember 2013.

Kapal perang lain yang segera dimiliki AL yakni PC 40. Jenis PC 40 merupakan kapal perang patroli. Jika sudah selesai , kapal-kapal PT PAL itu akan bergabung dengan 156 kapal yang dimiliki TNI AL. Sehingga dengan tambahan yang baru, AL memiliki kapal 162 buah kapal perang.

Masih ditambah kapal selam yang dipesan di Korea Selatan. "Nanti akan ada tim lanjutan yang menjajaki kemungkinan industri kapal perang ke Spanyol," kata menteri asal Semarang itu.(rdl) jppn.com

Tuesday, July 9, 2013

Indonesia Jadikan RX 420 Pondasi Bangun Pabrik C-705



Kunjungan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro ke China, beberapa waktu lalu tidak sia-sia. Setelah membeli sejumlah rudal China, pemerintan negeri tirai bambu itu akhirnya menyetujui opsi yang diminta pemerintah RI. Tidak tanggung-tanggung, Indonesia diperkenankan membangun pabrik rudal C-705 di tanah air.

Rudal C 705 ini berhulu ledak 110 kilogram, dengan daya jangkau 75 km dan 170 km dengan tambahan roket pendorong. Rudal ini memiliki Sistem pemandu: radar, TV, atau IR dengan target kapal berbobot 1500 ton. Rudal jelajah C 750 bisa diluncurkan dari pesawat, kapal dan kendaraan darat. Selain dipasang di kapal, Indonesia akan memasangnya di silo darat, seperti yang dilakukan vietnam untuk rudal Yakhont yang digunakan Indonesia di beberapa KRI.

Kini, Departemen Pertahanan sedang mengumpulkan para pakar rudal Indonesia untuk mempersiapkan pembangunan pabrik rudal C-705. “Kita akan menggenjot produksi alutsista dalam negeri. Kalau tidak bisa, kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi,” ujar Purnomo Yusgiantoro

“Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, akan kita pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan,” ujar Menteri Pertahanan.

Pembangunan Pabrik rudal C 705 dilakukan Kementrian Pertahanan RI dan Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal.

Rudal C-705 kali pertama diperkenalkan ke publik pada ajang Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008. Misil ini adalah pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602. Pengembangan rudal baru ini fokus ke tiga hal: elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu. Dengan desain modular dari mesin baru, membuat jangkauan rudal yang sebelumnya 75-80 km, menjadi sampai 170 kilometer.

C-705 dipersiapkan untuk mengkandaskan kapal perang dengan daya hancur mencapai 95,7%, ideal untuk menenggelamkan kapal.

Kerjasama rudal C 705 sangat penting bagi Indonesia dan sangat strategis. Dari rudal ini, Indonesia akan mengembangkan kemampuan rudal Cruiser RX – 420 yang ditargetkan memiliki daya jangkau 300 Km lebih. Rudal Lapan RX- 420 sudah diuji coba beberapa kali. Namun hingga kini masih ada kendala dipersoalan di keakuratan daya jelajah, dalam mencapai target sasaran secara presisi. Jika teknologi cruiser telah dimiliki para pakar rudal Indonesia, munculnya rudal RX- 420 versi militer, akan menggentarkan negara negara tetangga. Diharapkan negara tetangga yang mencoba mengganggu teritorial Indonesia, akan berpikir puluhan kali jika pertahanan rudal Indonesia bisa dikembangkan optimal. (Detik Forum)

Sunday, July 7, 2013

Pindad Garap Panser Anoa Untuk Malaysia


JAKARTA - Prestasi BUMN di bidang industri alat utama persenjataan PT Pindad cukup membanggakan. Bulan ini, para pekerja Pindad sedang menyelesaikan pesanan dari Malaysia. Total, negeri Jiran minta 32 unit panser produksi anak bangsa itu. 
    
“Masih tahap penyelesaian administrasi. Tapi, secara umum kami siap menyelesaikan pesanan tepat waktu,” ujar Kepala Humas Pindad Tuning Rudyati kemarin. 
     
Panser Anoa merupakan salah satu produk kendaraan berlapis baja unggulan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbasis di Bandung. Pindad sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang menyediakan berbagai produk mesin seperti generator, senjata, kendaraan tempur, amunisi untuk militer. 

Proses kesepakatan order dengan Malaysia telah melewati tahapan mulai dari konsep, pengiriman delegasi Malaysia ke Indonesia, uji coba, sertifikasi hingga tahapan negosiasi. Tinggal satu lagi yakni prosedur kontrak atau legal binding antara dua pihak. 

Produksi panser Anoa setidaknya membutuhkan waktu sepuluh bulan. Harga per unitnya sekitar Rp 8 miliar. PT Pindad juga sedang menyelesaikan pesanan 150 panser lagi dari Kementerian Pertahanan untuk TNI.  Sebelumnya, Pindad berhasil menyelesaikan 150 panser yang dipesan tahun 2008.   

“Panser Anoa sebagian sudah berada di Lebanon untuk memperlancar tugas pasukan perdamaian TNI di bawah Unifil PBB,” jelasnya. 

Selain Malaysia, Afghanistan pernah memesan panser Anoa buatan Bandung. Kebutuhan spesifikasi panser masing-masing negara sangat beragam tergantung strategi penyerangan yang dianut. Afghanistan misalnya, membutuhkan panser yang bisa memproduksi air minum karena medan operasinya gurun yang tandus. 

Panser Anoa memiliki beberapa varian tipe. Contohnya saja Panser Anoa 6x6 diproduksi dengan sistem penggerak 6 roda simetris dan dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI Angkatan Darat khususnya satuan kavaleri. 

Ukuran dan operasional panser Anoa disesuaikan dengan  doktrin dan taktik tempur TNI. Panser yang dilengkapi dengan mounting senjata 12,7 milimeter (mm) dan dapat berputar 360 derajat ini dapat mengangkut 10 personil dengan tiga kru, satu driver, satu commander dan satu gunner. (Jppn)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...