Pages

Sunday, June 30, 2013

Menristek: radioisotop Indonesia diminati dunia




Medan - Radioisotop khususnya untuk bidang kesehatan Indonesia mendapat perhatian besar dunia bahkan Amerika Serikat berencana mengimpor setelah selama ini mengandalkan dari Kanada.


"Radioisotop bidang kesehatan seperti untuk terapi kanker masih yang pertama di Asia dan semakin banyak diminati dunia termasuk AS (Amerika Serikat),"kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, usai pertemuan Working Group APEC Policy Partnership on Science, Technologi and Innovation (APEC PPSTI) yang berlangsung 1-2 Juli, di Medan, Senin.

AS mengaku sangat meminati radioisotop dari Indonesia, karena selain belum memiliki produk itu, produksi di Kanada sudah berkurang karena pabriknya yang semakin tua.

"Peluang besar itu harusnya dimanfaatkan Indonesia setelah selama ini masih mengekspor ke beberapa negara saja," katanya.

Gusti menyebutkan, Pemerintah terus berupaya meningkatkan biaya riset karena nyatanya banyak hasil penelitian Indonesia diakui negara asing.

"Dalam APEC PPSTI di Medan disepakati bahwa negara di Asia Pasifik sepakat untuk bekerja sama dalam peningkatan riset untuk kemajuan semua sektor di negara-negara tersebut," katanya.

Staf Ahli Menlu Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kementerian Luar Negeri, M Wahid Supriyadi, menyebutkan, radioisotop itu sudah diekspor ke beberapa negara Asia seperti ke Jepang, Korea, dan Malaysia.

"Meski Indonesia sudah diakui menguasai iptek radioisotop itu, Indonesia dan negara di Asia Pasifik lainnya sama-sama menyepakati untuk saling bersinergi menguatkan iptek untuk kuat secara bersama pula," katanya.

Masing-masing negara akan saling bertukar informasi dan kalau memungkinkan bekerja sama melakukan riset dan menghasilkan secara konkrit hasil penelitian itu yang tentunya dengan melibatkan swasta. (Antara).

PT Len Targetkan Pendapatan Rp 2,6 triliun


JAKARTA - PT Len Industri (Persero) tahun ini optimis dapat meningkatkan pendapatan, serta membangkitkan kemandirian teknologi yang berdaya saing. Di tahun 2012 perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun dan memperoleh laba bersih sebesar Rp 67 miliar.

"Pencapaian pendapatan tersebut melebihi target yang ditetapkan dalan RKAP tahun 2012 sebesar Rp 1,8 triliun," ujar Direktur Keuangan PT Len Industri Andra Yoga Agussalam di Jakarta, Minggu (30/6).

Atas pencapaian itulah, PT Len memprediksi keberhasilan itu akan terulang kembali di tahun ini. "Kami memprediksi pendapatan akan berlanjut di tahun 2013 dengan target pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun," jelasnya.

Sampai bulan Mei lalu, perseroan kata Andra telah berhasil memperoleh kontrak (contract on hand) sebesar Rp 2,25 triliun.

Keberhasilan pendapatan perseroan tahun 2012-2013 ditopang oleh salah satu lini bisnis andalannya, yaitu di bidang Railway Signalling. "Yang sedang melakukan pembangunan paket persinyalan double track lintas utara Pulau Jawa sepanjang lebih dari 400 km dari Stasiun Cirebon sampai Stasiun Pasarturi Surabaya," jelas Andra.

Selain itu, perseroan juga tengah melaksanakan penyelesaian paket persinyalan lainnya untuk lintas Jogja-Solo, Duri-Tangerang dan Parung-Maja.

Dalam bidang renewable energy, dijelaskan Andra bahwa grup perseroan juga telah mendapatkan dan menyelesaikan kontrak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Kementerian ESDM maupun PT PLN (Persero) dengan baik.

Sementara di bidang Defence Electronics ada peningkatan order untuk pekerjaan Alians Alongis, Combat Management System (CSM) dan alat komunikasi (Alkom). Dengan kontrak-kontrak itu, pihaknya yakin dapat meraup pendapatan mencapai target, yakni Rp 2,6 triliun.(chi/jpnn)

Friday, June 28, 2013

MS Hidayat: 2,5 Tahun Lagi, Saya Berjanji HP Diproduksi di Indonesia



Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat berujar produk handphone (HP) atau telepon selular bisa diproduksi di dalam negeri dalam jangka waktu 2,5 tahun lagi.

Hal ini terjadi karena adanya kesepakatan bisnis dengan salah satu produsen handphone asal Taiwan yakni Foxconn yang akan berinvestasi di Indonesia.

"Jadi 2,5 tahun lagi saya berjanji HP akan diproduksi di nasional. Tahun ini ada join venture bisnis to bisnis (Foxconn dengan Agung Sedayu Group)," ujar Hidayat di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Menurut Hidayat, adanya Foxconn yang akan memproduksi HP di dalam negeri akan mengurangi defisit perdagangan. Karena selama ini Indonesia getol mengimpor HP dalam jumlah yang besar.

"Setiap tahun kita impor hampir US$ 5,5 miliar dengan total 50 juta ponsel yang masuk belum lagi selundupan. Sehingga kita akan kurangi defisit perdagangan yang selama ini besar juga karena impor ponsel," cetus Hidayat.

Sebelumnya Hidayat mengatakan, Foxconn selaku produsen komponen iPad dan iPhone akan masuk ke Indonesia akhir tahun ini. Foxconn akan menggunakan lahan milik Agung Sedayu Grup di Jawa Barat seluas 50 hektar. (Detik.com)

Thursday, June 27, 2013

Dahlan: BUMN harus jadi penggerak inovasi nasional


Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong perusahaan milik negara untuk terus melakukan inovasi, menghadapi persaingan dalam implementasi teknologi, dan juga membangkitkan nilai-nilai korporasi.

"Sebagai penggerak ekonomi nasional, BUMN harus menjadi penggerak inovasi di Indonesia," ujar Dahlan saat memberikan sambutan pada BUMN Innovation Expo & Award 2013, di Jakarta Convention Center, Kamis.

Menurut Dahlan, BUMN memiliki keunggulan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan inovasi mulai dari teknologi, hingga inovasi dalam hal jasa.

"Anggaran BUMN cukup besar, birokrasi sudah mulai dibenahi, sehingga bisa dan mampu membuat terobosan-terobosan berikutnya," ujarnya.

BUMN Innovation Award 2013 dengan tema "Innovation for Indonesia" ini digelar untuk pertamakalinya dan diikuti 43 BUMN. Kegiatan ini fokus mendorong munculnya inovasi teknologi dan produk unggulan BUMN.

Mantan Dirut PT PLN ini pun menambahkan kegiatan seperti ini bisa meningkatkan daya saing, kinerja dan kontribusi BUMN dalam pembangunan nasional.

Sementara itu, Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN Wahyu Hidayat mengatakan melalui inovasi tekknologi dan produk unggulan, BUMN siap menghadapi persaingan bisnis ke depan, termasuk menghadapi era ASEAN Economy Community (AEC) yang berlaku pada 2015 mendatang.

Dalam pameran tersebut Dahlan Iskan sempat mengunjungi stand Perum LKBN Antara.  Pada kesempatan itu Dahlan antara lain diberikan penjelasan mengenai buku-buku yang diproduksi Divisi Foto dan ia sempat membuka buku foto Kilas Balik 2012. 

Keikutsertaan Perum LKBN Antara tahun ini adalah yang kedua setelah 2010. 
Selama kegiatan ini Kantor Berita Indonesia ini akan mengadakan workshop foto jurnalistik dan video jurnalistik serta lomba foto.

Tujuan Antara mengikuti kegiatan ini adalah untuk lebih memperkenalkan Antara sebagai BUMN termuda kepada bumn lain dan menjalin kerjasama atau bersinergi dengan mereka. (Antara).

Wednesday, June 26, 2013

Dan yang Militernya Terkuat pun Tak Bisa Hidup Tenang

This June 9, 2013 photo provided by The Guardian
newspaper in London shows Edward Snowden, 
who worked as a contract employee at the US
National Security Agency (NSA), in Hong Kong (file photo).
Cina pada Selasa menganggap tuduhan pemerintah Amerika Serikat bahwa pihaknya telah memfasilitasi kepergian pembocor intelejen Edward Snowden dari Hong Kong merupakan sesuatu yang tidak berdasar, setelah Washington mengatakan Beijing telah melepaskan pria berusia 30 tahun itu.

"Itu tidak beralasan bagi AS mempertanyakan cara Hong Kong menangani urusan yang sesuai dengan hukum, dan tuduhan teerhadap pemerintah pusat Cina tidak berdasar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying pada pertemuan rutin dengan pers di Beijing.

"China tidak dapat menerima itu (tuduhan)," ujarnya.

Pernyatannya menyusul sikap Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney yang mengecam Beijing karena telah melepaskan Snowden, ketimbang memenuhi surat penangkapan AS.

"Ini adalah pilihan yang disengaja pemerintah untuk melepaskan seorang buronan walaupun ada surat penangkapan yang sah, dan hal itu telah berdampak buruk pada hubungan AS-China," kata Carney.

Pembeberan rahasia oleh Snowden mengenai program AS yang mengawasi data telepon dan internet telah membantu Cina untuk "menertawakan" kritik AS mengenai peretasan dunia maya.

Dalam artikel di edisi internasional "People's Daily", juru bicara partai komunis China, peneliti pertahanan Wang Xinjun membandingkan AS sebagai "perampok" yang mengeluh tentang aktivitas korbannya.

"Hingga tingkat tertentu, AS telah berubah dari 'model hak asasi manusia' menjadi penyadap egois, pengendali pemilik Internet internasional dan penginvasi jaringan negara lain," jelasnya.

"Dunia mengingat Snowden akan keberaniannya dalam merobek topeng suci Washington," katanya.

Snowden meninggalkan Hong Kong untuk bertolak ke Moskow pada Minggu, yang membuat geram Washington. Pemerintah AS sebelumnya meminta dia ditangkap dan diesktradisi dengan tuduhan spionase.

Beijing memelihara pengaruh kepada pemerintah Hong Kong dan para analis berspekulasi bahwa intervensi Cina dalam Snowden karena ada pengaruhnya mengenai hikayat hukum yang dapat menegangkan hubungan AS dan Cina.

Jelas bahwa selalu ada hal tak terduga yang mengancam keamanan bahkan terhadap negara yang secara militer paling kuat sekalipun jika negara itu tidak memperbaiki perilaku agresif dan temperamentalnya pada penghuni lain di dunia. AS tidak selalu di pihak yang benar, namun ia selalu merasa diri paling benar. Inilah pangkal persoalannya. 

Dunia ini butuh kekuatan penyeimbang, manakala satu negara yang mempersepsikan dirinya sebagai yang terkuat begitu mudahnya menjatuhkan bom-bom maut ke wilayah lain. Ribuan orang mati karena kekejaman ini, dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Ironis memang, di saat AS terus menembakkan rudal-rudal mengerikan ke wilayah Afganistan, Irak, Pakistan, dan ribuan orang sipil mati sia-sia, baik itu anak-anak, wanita, dan orang tua renta tak bersenjata oleh drone-drone AS, para politikus-politikus koboy Washingtong masih juga berharap dunia akan aman.

Ini ibarat penjahat alias perampok yang berharap dunia yang aman baginya sementara perampok itu terus saja merampas harta dan membunuhi orang lain demi kepentingannya sendiri. Penjahat itu berkhayal bahwa para korban tidak akan mengeluh atau menuntut balas atas kejahatan yang dilakukannya, dan membiarkan dirinya (penjahat itu) hidup dengan tenang dan damai. Snowden tahu, ia tidak ingin menjadi bagian dari kejahatan yang dilakukan oleh negaranya. Ia punya prinsip yang dipegangnya sebagai suatu kebenaran, bahwa AS telah berbuat kesalahan dengan terlibat perang di banyak tempat, dan bahwa mereka (negara-negara yang diperangi) dan seluruh pihak yang sakit hati tidak akan bisa dihentikan hanya dengan memata-matai mereka, memberi mereka label teroris, mempertahankan hegemoni atas belahan dunia lain, sambil memberitahu Rusia dan China bahwa mereka berdua hanya berhak untuk diam.

Sedemikian egoisnya negara adikuasa itu, arogan dan agresif sampai-sampai Venezuela, Kuba, Korea Utara, Iran, Afganistan, Pakistan, Bolivia, Peru, dan masih banyak lagi tidak menyukai si Koboy tengik ini. Dunia pun tahu, bahwa AS, sekalipun memiliki angkatan perang terkuat di dunia, selamanya tidak akan bisa hidup dengan tenang manakala sikap dan perilaku buruknya tidak juga berubah. Ia ketakutan oleh bayang-bayang perbuatannya sendiri, bukan oleh Palestina atau Hizbullah, Iran atau Korea Utara, Rusia maupun China. Dunia tahu bahwa Rusia dan China dalam sejarah tidak pernah menjadi penjajah negara lain. Dan dunia pun tahu, bahwa 90 % negara-negara di dunia ini pernah dirampok dan dibunuhi rakyatnya oleh negeri Anglo-Saxon, negeri yang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris. Siapa lagi ?

Kegiatan spionase AS memata-matai hampir seluruh warga negara di dunia yang diungkap Snowden ini bukanlah hal yang pertama, sebelumnya telah berkali-kali hal serupa dilakukan oleh AS baik secara offline maupun online. Program penyebaran Malware mata-mata lewat jaringan online juga pernah dilakukan oleh AS sebelumnya, yakni menggunakan program aplikasi rumit bernama Stuxnet yang ketika itu juga menjadi berita luas. 
Stuxnet menyasar organisasi/lembaga, hosting, sistem kontrol kendali otomatis, badan-badan pemerintah dan swasta, yang sebagian terbesar korbannya, menurut perusahaan keamanan dunia asal Rusia Kapersky, dan laboratorium keamanan Symantec, adalah banyak negara. Namun korban terbesarnya adalah negara Iran dan Indonesia.

Penyebaran Infeksi Malware mata-mata Stuxnet  oleh AS secara geografis. Iran, Indonesia, dan India adalah sasaran terbesar. Melihat kenyataan ini, sebaiknya BIN bekerjasama dengan LSN (Lembaga Sandi Negara--semacam NSA di AS) memperkuat sistem keamanan internet nasional Indonesia. Banyak programmer-programmer handal kita yang pernah menjadi juara dunia dalam kompetisi keamaanan di dunia baik yang diadakan oleh Kapersky Lab maupun kompetisi dunia di berbagai negara.

Stuxnet bukan hanya program virus mata-mata yang menginfeksi sistem operasi Windows atau PLC sebagai sistem kendali otomatis terpogram, malware ini juga sanggup mengubah, menghentikan, dan menacaukan program kendali otomatis sebuah perangkat persenjataan seperti misalnya rudal dan nuklir. 

Baru saja soal Stuxnet tenggelam oleh berita-berita lainnya, dunia kembali dihebohkan oleh AS karena telah mengembangkan dan menanamkan sistem mata-mata lain lagi yang dikembangkan oleh NSA, yakni lewat penanaman aplikasi khusus bernama PRISM dan permintaan data-data pribadi pengguna Google, Facebook, Microsoft,dan lain-lain oleh CIA.

Jika Stuxnet dibongkar oleh sebuah organisasi keamanan jaringan internet Kapersky, kini PRISM justru dibongkar oleh whistleblower asal AS sendiri, yang bekerja sebagai kontraktor NSA bernama Edward Snowden. Edward diduga bekerja sendiri, tidak berafiliasi dengan negara atau pihak manapun di dunia. Ia mungkin gerah dengan negaranya sendiri yang mengingkari nilai-nila AS sendiri yang telah dipegang selama ratusan tahun bahwa setiap orang memiliki hak pribadi yang tidak boleh dikekang oleh negara, dan bahwa negara harus memberi ruang kebebasan bagi siapapun untuk melakukan aktivitas tanpa ada rasa takut dan diawasi. Tentu ini berlaku bagi warga AS sendiri dan juga seluruh warga di dunia. Edward tidak setuju dengan aktivitas CIA yang secara ilegal mengawasi siapapun di dunia demi alasan keamanan, sampai melanggar ruang pribadi hingga tak mengenal batas. 

Tidak hanya di dunia maya, AS bahkan sudah melanggar kedaulatan banyak negara di dunia demi alasan keamanannya sendiri, seperti menyerang Afganistan, menembaki Pakistan, dan membom Irak serta membunuhi orang-orang Timur Tengah. Bagi AS, adalah sah menyerang negara lain tanpa mandat dari PBB, dan bagi AS pula, negara lain tak punya hak untuk melakukan hal yang sama kecuali dalam kerangka kepentingan AS. AS tak perlu tunduk pada PBB. Negara lain-lah yang harus tunduk pada DK PBB tanpa syarat.

Jalan pikiran ini yang menjadi pembenaran atas ancaman serangan terhadap Iran karena dia (AS) menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, padahal Israel, Perancis, dan bahkan AS sendiri memiliki senjata mematikan ini.

Jika demi alasan keamanan dalam negeri sebuah negara boleh melakukan apapun lintas wilayah ke negara lain termasuk melanggar kedaulatan negara lainnya, membunuhi penduduknya, menjatuhkan bom-bom maut seenak perutnya ke desa-desa yang jauhnya ribuan kilometer dari Washington DC, di luar benua AS, maka, apakah logika yang sama juga berlaku bagi negara lainnya selain AS ? Artinya, apa yang dianggap benar menurut AS belum tentu benar berdasarkan prinsip kebenaran itu sendiri. Mengapa ? Jika kebenaran itu universal, maka seharusnya apa yang berlaku bagi AS, maka berlaku pula bagi negara lain di dunia, atau sebaliknya, jika kebenaran itu untuk negara lain di dunia ini, maka hal sama juga berlaku bagi AS. Misalnya, jika negara-negara di dunia ini dilarang memiliki senjata nuklir, maka hal itu berlaku untuk semua tanpa kecuali. Jika larangan itu berlaku untuk Iran, maka hal yang sama berlaku pula bagi AS dan Israel.

Jelas bahwa tindakan multilateral menyerang negara lain secara militer tidak bisa dibenarkan tanpa ada mandat dari PBB. Mengapa ? Karena jika AS boleh melakukan itu, maka konsekuensi logisnya adalah bahwa negara lain pun juga boleh. Jika semua negara besar punya prinsip demikian, maka rusaklah tatanan, dan PBB kehilangan fungsi dan perannya sebagai wadah otoritas keamanan di dunia. Misalkan Rusia, China, India, atau bahkan Indonesia menyerang salah satu negara Eropa atau salah satu negara bagian di AS demi alasan keamanan negara-negara itu, apakah itu dibenarkan ?

Fenomena Snowden membuat China tertawa. Apalagi adanya suara keras Washington yang berkali-kali mengatakan bahwa hacker-hacker yang didukung militer China telah ribuan kali menyerang situs-situs pemerintah AS. Kini topeng itu terbuka, ternyata justru Washington menjadi pelaku utama kejahatan itu, dengan melakukan spionase atas negara-negara lain di dunia, termasuk China, lewat program yang secara sengaja mereka sebarkan demi meng'hack data-data pribadi warga dunia di belahan wilayah lain.

Snowden bertindak atas kemauan sendiri, ia melangkah karena prinsip-prinsip yang dia pegang. Seperti Julian Assange, Ia seorang pria pemberani. Ia tahu akan berhadapan dengan negaranya sendiri yang merupakan negara adikuasa di dunia, tetapi ia tidak takut. Ia hanya tunduk pada kebenaran, dan bukan pada ancaman. 

Ancaman tidak akan sanggup menghentikan dorongan hati nurani.

AS gusar pada Snowden yang notabene warga negaranya sendiri, dan memburunya sampai ke ujung langit. Tetapi ia lolos dari Hong Kong, dan Washington menyalahkan Rusia dan China sebagai biang keladi lolosnya pria itu. 

Sudah tentu China membantah semua tuduhan itu, Rusia bahkan terang-terangan menyatakan bahwa Snowden ada di Moskow sekarang, tetapi Vladimir Putin menolak mengirimkannya ke Washington untuk diadili. Jangankan mengekstradisi Snowden, menangkap pun tidak. Rusia membiarkan Snowden berada di Bandara Transit Internasional Sheremetyevo (bahasa Rusia: Международный Аэропорт Шереметьево, Mezhdunarodny Aeroport Sheremetyevo) sampai kapanpun ia mau, dan bila mungkin, negara itu akan memberi suaka kepadanya jika syarat tertentu dimungkinkan, atau ia bisa bebas berkeliaran ke manapun ia mau, di bawah hukum Rusia. Snowden kini ada di Moskow tanpa visa dan tanpa dokumen apapun.
Bagi Rusia, Snowden hanya transit jadi tidak diperlukan persyaratan apapun untuk masuk ke negara itu. Meski telah didesak oleh AS, Rusia tetap tidak bersedia mengekstradisi Snowden kembali ke AS.  Banyak pihak meragukan bahwa jika pria itu dikirim ke AS, ia hampir pasti tidak akan mendapatkan pengadilan fair. 

Oposisi Jerman bela Edward Snowden


Pemimpin oposisi Jerman dari Partai Hijau menyatakan bahwa Eropa akan menjadi tempat penampungan yang aman bagi mantan kontraktor dinas rahasia AS Edward Snowden yang langkahnya membocorkan program spionase AS telah membuat sekutu-sekutu AS kebakaran jenggot.

Juergen Trittin, ketua parlemen dan kandidat kanselir dari Partai Hijau yang adalah partai ketiga terbesar di Jerman berkata kepada televisi Jerman bahwa mantan kontraktor Dewan Keamanan Nasional AS (NSA) berusia 30 tahun itu tidak semestinya mencari suaka politik ke negara-negara despotis (kacau balau).
"Adalah menyakitkan bagi kaum demokrat melihat seseorang yang berjuang demi demokrasi, dan dalam pandangan kami, telah membongkar pelanggaran besar hak-hak asasi, mesti mengungsi ke negara-negara despotis yang bermasalah dengan hak-hak asasinya sendiri," kata Trittin seperti dikutip Reuters.

"Orang seperti itu semestinya dilindungi," kata dia. "Itu demi Tuan Snowden. Dia mesti memperoleh penampungan aman di sini di Eropa karena dia telah berjasa kepada kita dengan membuka serangan besar kepada warga dan perusahaan-perusahaan Eropa. Jerman, sebagai bagian dari Eropa, bisa melakukan itu."

Eropa memprihatinkan taktik spionase AS yang menurut majalah Jerman Der Spiegel telah menyadap komunikasi di kantor-kantor Uni Eropa di Washington, Brussels dan PBB, serta setengah miliar percakapan telepon, email dan sms di Jerman sendiri setiap bulan.

Fakta ini membuat marah mitra-mitra asing AS, termasuk Jerman yang punya kenangan buruk dengan praktik polisi rahasia Stasi di era Jerman Timur dan Gestapo di bawah Nazi dulu.

"Tak sepantasnya Anda memperlakukan mitra terdekat Anda seperti ini," kritik Martin Schulz, Presiden Parlemen Eropa kepada Radio Jerman, kepada AS.
Trittin mengatakan untuk menjawab langkah AS itu, Uni Eropa mesti menunda pertukaran data perbankan dan penerbangan dengan AS.

Dia juga mengatakan rencana membentuk zona perdagangan bebas Uni Eropa - AS harus dimurnikan untuk tujuan komersial, bukan untuk spionase, demikian Reuters.

Parlemen Rusia malah undang Snowden

Parlemen Rusia pada Kamis menyampaikan undangan kepada buronan mantan karyawan CIA Edward Snowden untuk membantu menyelidiki apakah perusahaan internet Amerika memberikan informasi tentang warga Rusia kepada pemerintah AS.

Snowden, mantan kontraktor untuk Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, sedang dicari oleh Amerika karena mengungkapkan program pengawasan rahasia yang diduga ditargetkan pada jutaan orang Amerika. 

"Kami mengundang Edward Snowden untuk bekerja dengan kami dan berharap bahwa segera setelah ia mengendapkan status hukumnya, ia akan bisa bekerjasama dengan kelompok kerja kami, dan memberikan kami bukti akses lembaga intel AS itu ke server perusahaan-perusahaan internet," kata Senator Ruslan Gattarov Kamis, sehari setelah Majelis Tinggi Parlemen Rusia memutuskan untuk mendirikan sebuah kelompok kerja khusus untuk menyelidiki klaim Snowden.

Gattarov, yang ditunjuk untuk memimpin kelompok itu, mengatakan kepada RIA Novosti bahwa kelompok itu akan menggabungkan para legislator, diplomat, jaksa dan pejabat komunikasi. 

Hasil awal penyelidikan harus dilaporkan kepada publik pada Oktober.

Sementara itu, anggota Dewan Hak Asasi Manusia Presiden Vladimir Putin, Kirill Kabanov, mengatakan dia meminta rekan-rekannya untuk mempertimbangkan meminta pemerintah Rusia sudi memberikan suaka politik kepada Snowden. 

Ketua dewan, Mikhail Fedotov, mengatakan permintaan tersebut akan dipertimbangkan dan dimasukkan ke agenda pemungutan suara.


Apa tanggapan pemerintah Rusia soal skandal penyadapan pihak intelijen AS di Internet yang dibocorkan oleh Snowden sehingga dia akhirnya diburu oleh aparat AS?

Ada beberapa aspek terkait masalah itu, pertama adalah bila seseorang dipandang melanggar hukum, maka pemerintahnya berhak menjatuhkan tindakan hukum kepada yang bersangkutan.

Namun ada faktor lain yang menarik terkait masalah yang menimpa Edward Snowden, yaitu bahwa berdasarkan informasi yang telah beredar di media massa, bahwa ternyata begitu banyak pihak yang menjadi target aksi mata-mata di Internet. Target ini adalah mereka yang biasa menggunakan Internet, bisa berkirim pesan lewat surel (email), berkunjung di laman-laman media sosial.

Praktik penyadapan informasi dari Internet itu meresahkan banyak orang, termasuk di Rusia.  Banyak warga kami juga pengguna aktif Internet yang punya akun di beberapa laman sosial seperti Facebook, Gmail, dan Yahoo Mail.
Mereka yakin bahwa pengelola situs-situs itu menjamin perlindungan data pribadi bagi pengunjung, namun dengan dibeberkannya skandal (Snowden) itu membuat banyak pihak jadi ragu apakah perlindungan privasi itu memang betul-betul dijamin.

Kini publik paham bahwa tidak ada lagi privasi di Internet. Well, kami hanya bisa menyarakankan bahwa publik kini harus lebih berhati-hati dalam membeberkan masalah privasi mereka di Internet.


Bagaimana Rusia memandang kebebasan ber-Internet, apakah kebebasan itu sudah kebablasan sehingga bisa digunakan siapapun yang bisa merugikan pihak lain? 

Pelajaran lain dari kasus Snowden itu adalah berubahnya pandangan miring banyak pihak kepada Rusia. Sebelumnya muncul kritik di AS dan negara-negara lain bahwa Rusia selama ini berupaya membatasi kegiatan maupun peluang di dunia maya.


Pada dasarnya sikap Rusia adalah Internet itu bebas digunakan dan diakses siapa saja. Tapi, di saat bersamaan, kami juga ingin Internet aman bagi penggunanya, terutama bagi anak-anak. Itu karena banyak hal yang berbahaya di Internet yang bisa berpengaruh buruk kepada anak-anak.

Rusia ingin memastikan bahwa anak-anak di negara kami dan juga di tempat-tempat lain tidak menjadi korban dari perilaku menyimpang di Internet. Mereka harus dilindungi dari orang-orang jahat dan juga dari informasi atas hal-hal yang membahayakan, seperti narkoba, penindasan (bullying) dan pornografi anak.

Kami juga melihat situasi yang anomali bahwa ada pihak yang selama ini mengritik Rusia bahwa kami membatasi pihak-pihak untuk mengakses Internet, yang tujuannya adalah mencegah hal-hal buruk seperti pornografi anak. Namun di saat yang sama, pihak itu jugalah yang menggunakan Internet untuk memata-matai dan mengganggu privasi banyak orang.

Kami memandang bahwa bila Internet itu bebas, berarti bebas dari apa saja. Termasuk bebas dari aksi mata-mata, gangguan atas privasi pengguna, pornografi dan hal-hal yang mengganggu masyarakat. 

Menteri luar negeri Ekuador sebelumnya mengatakan bahwa Snowden, yang paspor Amerika Serikatnya telah dibatalkan, telah meminta suaka politik di negaranya. 

Pada Rabu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, Snowden hampir dipastikan akan mendapatkan suaka politik di negaranya jika ia mengajukan permintaan resmi.

Dulu, ketika zaman George W Bush, ke-tidak-tunduk-an Rusia dan China pada kemauan AS dianggap melawan alias membangkang. Lalu oleh Yankee dianggap musuh. Anggapan yang terlalu menyederhanakan persoalan dan berbahaya. 

China dan Rusia tidak akan tunduk pada kemauan Amerika Serikat yang berlaku bak Kaisar yang memerintah imperium dunia. 

Dunia ini bukan monopoli AS, juga bukan monopoli Barat. Termasuk kebenaran bagaimana menata keamanan dunia, bukan juga hak eksklusif AS seorang. Kebenaran adalah kebenaran, bukan kebenaran-menurut-AS, juga bukan kebenaran-dari-sudut-pandang-AS.  

  

Tuesday, June 25, 2013

lmuwan temukan bintang dengan planet di zona "layak huni"


Ilustrasi--Gambaran perbandingan ukuran relatif semua planet layak huni dengan Bumi. (kiri-kanan) Kepler-22b, Kepler-69c, Kepler-62e, Kepler-62f dan Bumi.(NASA Ames/JPL-Caltech)
Cape Canaveral - Ilmuwan menemukan bintang Gliese 667C yang memiliki enam planet dan tiga di antaranya berputar di lokasi yang disebut "layak huni", dimana suhu bisa mendukung keberadaan air cair permukaan.

Planet itu, dan dua saudaranya yang baru ditemukan, berukuran lebih besar dari Bumi, tapi lebih kecil dari Neptunus.

"Ini untuk pertama kali tiga planet seperti itu ditemukan mengorbit di zona ini dalam satu sistem," kata astronom Paul Butler dari Carnegie Institution di Washington D.C. dalam satu pernyataan yang dikutip Reuters.

Para ilmuwan menyebut penemuan tiga planet dalam satu bintang di zona layak huni akan meningkatkan dorongan untuk menemukan dunia serupa Bumi yang kondisinya mungkin sesuai untuk evolusi kehidupan.

"Alih-alih melihat 10 bintang untuk mencari satu yang potensial dihuni, kami sekarang tahu kami bisa melihat hanya satu bintang dan berpeluang besar menemukan beberapa," kata astronom Rory Barnes dari University of Washington.

Observasi tambahan pada Gliese 667C dan hasil analisis ulang data-data menunjukkan bahwa bintang itu menjadi induk bagi setidaknya enam, dan mungkin tujuh planet.

Bintang itu berada relatif dekat dengan Bumi, hanya 22 tahun cahaya atau sekitar 207 triliun kilometer jauhnya, demikian menurut hasil riset yang akan dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics pekan ini. (Antara).

Kemenristek: Indonesia Harus Produksi Teknologi Sendiri

Agar lebih mandiri, tidak bergantung pada produk-produk luar negeri.


Robot tempur buatan dalam negeri

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) dirayakan setiap tanggal 10 Agustus. Tahun ini, Harteknas sudah memasuki umur yang ke-18.

Harteknas pertama ditandai oleh keberhasilan putra-putri Indonesia menerbangkan prototipe N250 pada 10 Agustus 1995.

Fuse Bombs buatan PT Dahana, Malang untuk  Pesawat
Sukhoi Su 27/30
Perayaan Harteknas tahun ini mengangkat tema "Inovasi untuk Kemajuan Bangsa." Tema itu dipilih agar penelitian dan pengembangan iptek menjadi solusi di tengah permasalahan yang muncul seiring perkembangan teknologi di dunia.

Untuk menyambut peringatan Harteknas ke-18, Kementerian Riset dan Teknologi menggelar Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan pada hari ini, Senin 24 Juni 2013.

Menurut Gusti Muhammad Hatta, Menteri Riset dan Teknologi, tujuan dari Harteknas adalah dalam rangka memberikan penghargaan kepada anak bangsa yang telah melakukan pengembangan teknologi.

"Dengan adanya Harteknas, pemerintah berharap semakin banyak produk-produk teknologi yang diproduksi dan digunakan sendiri oleh anak bangsa," kata Gusti, di sela acara Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan, di Kemenristek, Jakarta.

Gusti menambahkan, penggunaan produksi teknologi dalam negeri itu dilakukan untuk menghindari ketergantungan pada produk-produk luar negeri.

"Saya sangat senang dan bangga, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sudah menggunakan produksi dalam negeri. Seperti membeli produk pesawat tanpa nirawak, roket, pesawat, dan lainnya," ujar Gusti.

Di acara yang sama, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dalam belanja alusista di Kemenhan, 30 persennya adalah produk dalam negeri.

"Kami akan terus menggunakan produk dalam negeri agar ekosistem perkembangan teknologi di Indonesia terus tumbuh," kata Purnomo. (VIVANews-eh)

Monday, June 24, 2013

From Malang with jetfighter bombs

In arms way : Ricky Hendrik Egam shows bombs in his
workshop in Malang, East Java. Ricky’s “small” workshop
produces bombs designed for Sukhoi jetfighters.

Limitations are frequently inspiring. Watching six Sukhoi 27SK and 30MK jet fighters of the Indonesian Air Force without armaments since their purchase from Russia in 2003, a company in Malang, East Java, has been encouraged to design bombs for the sophisticated aircraft.

In arms way : Ricky Hendrik Egam shows bombs in his workshop in Malang, East Java. Ricky’s “small” workshop produces bombs designed for Sukhoi jetfighters.

The company, PT Sari Bahari, has managed to produce two types of dropped bombs for the Sukhois. The blue one that is used for practice is named the P 100-120, while the other one to be used in combat is colored military green, and is called the P 100-120L (live).

The two have almost the same dimensions: 1,100 millimeters (1.1 meters) long, 100-125 kilograms in weight and 273 millimeters in diameter. The shell is made of nodular iron, the 550-millimiter fin of ST-37 iron, the suspension lug of VCN 45 steel, with a charging tube, a nose and an ejector.

The blue practice bomb can only discharge smoke when it is dropped and its nose hits the ground. The smoke comes from TiCl2 (titanium dichloride) gas, which is filled in the tube within the bomb. The gas is released as the tube breaks upon impact. In the live bomb, the tube is filled with explosives, the reason behind the big bang .

The P 100-120 version has its materials completely derived from domestic sources and has been certified by the Research and Development Office (Dislitbang) of the Indonesian Air Force (TNI-AU).
The P 100-120L was subjected to static and dynamic tests on Dec. 29, 2009 in the air weapons range (AWR), Pandanwangi, Lumajang, East Java. A live bomb was mounted aboard a Sukhoi and dropped at a height of 1,371 meters and speed of 450 knots. TNI-AU considered the trajectory of this bomb feasible, like that of the practice type.  

As planned, following such tests the weapon will be used in a fire power demo before President Susilo Bambang Yudhoyono in August. As many as 24 P 100-120L bombs will be dropped simultaneously from Sukhoi jetfighters.

Meanwhile, practice bombs have been used since 2007 by Sukhoi SU 27/30 pilots in squadron 11, Makassar, for bombing exercises. Hundreds of P 100-120 practice bombs have been dropped from TNI-AU’s Sukhois.

It’s Ricky Hendrik Egam, 50, a 1985 graduate of the Agriculture School, Brawijaya University, Malang, who was inspired to equip the Sukhoi aircraft bought by TNI-AU with local armaments.

The son of a civil servant in the Indonesian Military (TNI) at first set up CV Sari Bahari, a business partnership (which later became PT Sari Bahari), for his business after graduation. In 1987, his firm was registered as a partner of PT Pindad (military industry) in Turen, Malang.

Originally, Ricky supplied non-technical products needed by Pindad in Turen through tenders for over five years. As Pindad’s partner, the Surabaya-born man had frequent contact with experts from foreign companies assisting the state-owned enterprise.

The foreign consultants turned out to supply Pindad’s machine spare parts, as most of the machines had in fact been imported. Ricky took the opportunity to talk about many things with the consultants.

“From then on, my knowledge of weapons, projectiles and military equipment was on the up and up.

Through acquaintances and self-taught attempts, I tried to become an importer of technical machines for PT Pindad in Turen,” said Ricky.

Ready to rumble: Ricky’s bombs on display at his workshop. His company produces two types of devices for the Russian jetfighters owned by the Indonesian Air Force.

Ready to rumble: Ricky’s bombs on display at his workshop.
His company produces two types of devices for the Russian
jetfighters owned by the Indonesian Air Force.
By importing technical products related to armaments, Ricky had the chance to go to Germany, where he began to realize that domestic weaponry had to be produced rather than imported, because of the presence of local potential, materials and capability.

“At the time I wondered why we could not produce it ourselves,” recalled Ricky, who once joined an armament course in Germany. Back home from Germany, the father of three started thinking of producing principal equipment of the weaponry system (alutsista) for the TNI. He cooperated with TNI-AU’s Dislitbang in 2005.

He has rented two workshops on Jl. Muharto, Malang, from a local businessman since 2007. The facilities formerly produced motorcycle exhaust pipes, bus spare parts, and repair industrial machines.

His first project was the research and creation of a practice warhead of a 2.75-inch caliber, PSB Smokey type. Most of its materials were still imported. After several studies, the practice rocket was successfully produced and viable.

In 2007, still cooperating with Dislitbang, he made the P-100 practice bombs for the Sukhoi jet fighters. He has used his own capital for P-100 production, along with bank financing through a small and medium-scale business loan scheme.

Ricky’s Sukhoi practice bomb making capability led to two invitations by the Malaysian Royal Air Force.

Malaysia later ordered 1,000 P-100 L and P-100 units. The bombs will be used for bombing exercises by Malaysia’s 18 Sukhoi aircraft.

So far for its Sukhoi pilot practice, Malaysia has used Russia’s OFAB-50 dropped bombs, which do not have a practice version and thus explode, costing the military US$4,000 per bomb.

“Compared with the practice type, the Russian bombs they currently use are about four times as expensive,” noted Ricky.

Line of fire: Ricky learned how to make bombs from his experience as a supplier to state-owned arms producer PT Pindad.

Apart from their compatibility with Russian-made Sukhoi jet fighters, the bombs produced in Malang can also be carried by NATO’s standard aircraft such as F-5E Tiger jet fighters. When visiting Ricky’s workshops on July 13, Defense  Minister Purnomo Yusgiantoro said he was proud of Ricky and his team.

With only seven core staff members and 50 production employees, the quality of their products is competitive with that of those made overseas. They are also far less expensive because all materials are available locally.

“What has been achieved should be further developed and promoted,” said Purnomo. Ricky will shortly develop the P 100-120 generation into smart dropped bombs. It means the concept of a P 100-120L that can find its own target when dropped from a bomber, for being guided by the GPS.

“Consequently, when it is shot, the bomber has to be over 9,000 feet or about 2,743 meters high,” said Ricky. Compared with guided missiles, smart dropped bombs generate no heat, which is detectable by radar.

“With such bombs, their aircraft doesn’t need to enter enemy airspace and the bombs will reach relevant targets,” added the science-fiction buff.

Line of fire: Ricky learned how to make bombs from his experience
as a supplier to state-owned arms producer PT Pindad.
While preparing smart bombs, the automotive enthusiast has made a 2.75-inch or 70-millimeter caliber rocket, which is called a 2.75-inch-caliber folding fin rocket, with locally derived materials. Its tube is an iron alloy and its fin is a domestic design. This rocket has been tested ground to ground, with a cruising range of 8 kilometers.

Ricky’s rocket is also suitable for air-to-air, air-to-ground or ground-to-air missile systems. “This is the rocket we built ourselves but we asked the National Aeronautic and Aviation Agency [Lapan] to fill its propelling materials,” acknowledged the man of Manado descent.

In addition, Ricky has developed a mounting stand gun of a 5.56-12.7-millimeter caliber. It is used to tune the accuracy of guns owned by the TNI. So far, for gun tuning the TNI has had to use imported equipment.

“We have proven that we can make [armaments] at home. We should be proud of our own products. So why should we import?” he stressed.

In his view, if alutsista is to be imported from other countries, everybody will easily read the strength of Indonesia’s defense. But if it is domestically produced, nobody will be aware of our real military power. (The Jakarta Post)-— Photos by JP/Wahyoe Boediwardhana

Pesawat Bertenaga Surya Segera Direalisasikan




Washington - Pesawat berbahan bakar tenaga surya akan segera direalisasikan oleh proyek The Solar Impulse. Pekerjaan yang digagas Bertrand Piccard, pilot asal Swiss, kini telah memasuki tahap uji coba. Kunci energi dari pesawat ini adalah 12 ribu sel surya yang ditanam pada sayapnya. "Dengan jumlah ini, baterai dapat menyimpan energi kala pesawat terbang di malam hari," tulis Huffington Post.

Konsekuensinya, sayap pesawat akan memanjang seperti pesawat jet. Bobot badan kapal terbang ini diupayakan seringan mungkin sehingga hanya memuat satu awak.

Dalam misi melintasi Amerika Serikat, pesawat bertenaga surya terbang dari St Louis ke Washington, Ahad, 15 Juni 2013. Dan pada Juli nanti, kapal ini akan terbang lagi menuju New York. Jika perjalanan itu sukses, maka akan menjadi momen bersejarah. Karena itu artinya, Solar Impulse merupakan pesawat tenaga surya pertama yang bisa terbang siang dan malam melintasi Amerika Serikat dari barat ke timur. "Ini membuktikan keandalan teknologi hijau, dan sangat penting untuk mendorong misi kami," ujar Piccard, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, Solar Impulse terbang safari ke berbagai kota di Amerika. Awal Mei 2013, Solar Impulse terbang dari San Fransisco ke Phoenix. Akhir Mei, ia mengangkasa dari Phoenix ke Dallas. Lalu lanjut ke St Louis, dan diteruskan ke Washington. Pada saat menuju Washington, Solar Impulse membutuhkan waktu 30 jam dalam dua hari. Bahkan di Juni 2012, Solar Impulse bisa terbang antar benua, Spanyol, Eropa; ke Maroko, Afrika.

Piccard sendiri tak berencana berhenti sampai di sini. Ia bakal merevisi Solar Impulse agar lebih canggih. Hingga mampu terbang ke seluruh negara, dua tahun lagi. Proyek ini dimulai 10 tahun lalu. Dengan dana sekitar US $ 112 juta, sekitar Rp 1,1 triliun, proyek ini melibatkan Schindler, perusahaan asal Swiss yang lebih dikenal sebagai pembuat eskalator. (Tempo)

Dahana Segera Produksi Bom Fuse untuk Sukhoi


Teknologi industri pertahanan militer kini tak lagi didominasi dan bergantung pada luar negeri, khususnya Amerika Serikat dan Eropa. Kini Indonesia pun sudah cukup memiliki kemampuan teknologi untuk memproduksi sendiri berbagai kebutuhan militer yang sebelumnya harus diimpor. Lewat pemerintah, beberapa BUMN yang potensial untuk mendukung kemandirian alat utama sistem persenjataan (Alutsista) disinergikan dalam BUMN industri strategis.

Salah satunya yakni PT Dahana (Persero), industri handak plat merah satu-satunya ini fokus menggarap berbagai bahan peledak untuk kebutuhan militer. Salah satunya, Dahana kini sedang menjajaki  pengembangan produksi massal Bom Fuse untuk kebutuhan militer dalam negeri, proyek ini sendiri merupakan kelanjutan dari suskes Dahana memproduksi isian Bom P-100.

Fuse sendiri merupakan pemantik otomatis untuk mengarahkan bom pada sasaran yang tepat tanpa dikendalikan. Tanpa teknologi fuse yang ditanamkan pada bom P-100, bom tersebut hanya bisa meledak dengan akurasi sasaran yang rendah pasca ditembakan dari pesawat tempur. Nantinya Bom Fuse produksi Dahana akan dipasang pada pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki TNI AU saat ini. Selain itu, tak menutup kemungkinan Bom Fuse yang rencananya akan diproduksi di Subang ini diekspor ke pasar negara Asia yang cukup potensial, mengingat teknologi Fuse masih terbilang langka.

Proyek vital Dahana ini sendiri direncanakan akan selesai dan mulai memproduksi Bom Fuse tahun 2015 mendatang. Ini sejalan dengan niat pemerintah menambah armada pesawat tempur Sukhoi menjadi satu skuadron, saat ini TNI AU sendiri baru memiliki 10 pesawat tempur buatan Rusia ini. Untuk teknologi pembuatan Bom Fuse, melalui Kementerian Pertahanan, perusahaan akan menggandeng Armaco dari Bulgaria melalui skema transfer teknologi berkelanjutan.

Dikatakan Bambang Agung, Direktur Pengembangan dan Teknologi PT Dahana (Persero), proyek Bom Fuse akan disinergikan dengan industri isian handak yang telah lebih dulu dikerjakan, seperti Bom P-100, roket R-Han, dan Blast Effect Bomb. “Bila terealisasi, proyek ini akan menghemat devisa negara untuk membeli alutsista dari luar negeri,” ujar Bambang Agung. 

(IDR) Restrukturisasi PT. DAHANA oleh Pak Dahlan adalah dengan menginstruksikan Pindad melepas join venture dengan Dahana. Pindad fokus ke peralatan/kendaraan militer, Dahana fokus ke peralatan dengan bahan peledak. (Sumber :http://www.bumn.go.id/dahana/)

Friday, June 21, 2013

Kaji Ulang Rencana Beli Rudal


JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyusun ulang beberapa rencana pembelian senjata. Salah satunya adalah anggaran untuk pos TNI Angkatan Darat (AD) membeli rudal Javelin.

Rudal canggih antitank itu sudah diuji coba TNI-AD.  "Masih dalam tahap pengkajian. Itu perencanaan yang diusulkan TNI-AD," ujar Staf Ahli Menteri Pertahanan Mayjen Hartind Asrin di Jakarta, Jumat (21/6).

Usul tersebut akan dibahas dalam komite pengadaan yang diketuai Wakil Menteri Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin. Menurut Hartind, setiap pengadaan senjata baru selalu melalui satu pintu. Itu merupakan upaya transparansi sekaligus kontrol kualitas. "Kita sudah tidak pakai lagi rekanan atau pihak ketiga, kalau bisa G-to-G (government-to-government, Red)," kata mantan atase pertahanan KBRI Malaysia tersebut.

Dari sisi kualitas dan efektivitas rudal Javelin, Hartind menilai bagus. "TNI-AD akan semakin kuat karena tipenya sesuai untuk pertahanan infanteri," jelasnya.

TNI berniat memborong peluncur rudal antitank (ATGM) canggih buatan Amerika Serikat (AS) itu. Rudal tersebut mampu mengunci sasaran dan mengikuti ke mana pun target berjalan dengan daya ledak yang luar biasa. Rudal antitank baru bernama Javelin itu dipamerkan dan diperagakan penggunaannya seusai pembukaan latihan gabungan Garuda Shield TNI-AD dengan Tentara AS di Pasifik (USARPAC) beberapa waktu lalu. (rdl/c9/ca)(Jppn)

Ini Dia Penampakan Calon Jet Tempur Made in Bandung



Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali melanjutkan pengembangan jet tempur hasil kerjasama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Korea Selatan. Pada pengembangan tahap I telah dihasilkan 2 konsep jet tempur yang siap dikembangkan untuk tahap selanjutnya.

Berikut ini adalah 2 gambar konsep jet tempur karya putra-putri Indonesia yang diberi nama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Tampak ada sedikit perbedaan di ekor pesawat di antara dua konsep tersebut.

Manager Komunikasi Dirgantara Indonesia Sonny S Ibrahim menjelaskan, technology development atau pengembangan teknologi yang berada di tahap I telah tuntas dilakukan. Pada tahap ini dihasilkan dua model. Pada tahap berikutnya, hanya dipilih salah satu model yang akan dikembangkan untuk kemudian bisa diproduksi secara massal.

"Kalau programnya jalan lagi hanya dipilih satu model saja, sebab satu model juga sudah besar biaya dan resources yang akan digunakan," ucap Sonny kepada detikFinance, Jumat (14/6/2013).

Sebelumnya, tim dari Indonesia yang terdiri dari Balitbang Kementerian Pertahanan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, PTDI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) terbang ke Korea Selatan untuk perencanaan KFX/IFX tahap pertama.

Program ini, telah dilaksanakan selama 18 bulan dan berakhir bulan Desember 2012 lalu. Nantinya untuk versi Indonesia, PTDI akan memproduksi tipe IFX. Jet tempur ini merupakan pesawat generasi 4,5. Pesawat ini lebih canggih dari jet tempur F-16 namun masih di bawah F-35. (Detik).

PT Dirgantara Indonesia-EADS sepakat tingkatkan produksi pesawat

Proses pembuatan Helikopter Cougar di PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Jakarta - Perseroan Terbatas Dirgantara Indonesia dengan Aeronautic Defence and Space Company (EADS), perusahaan produsen Airbus, Eurocopter, dan Eurofighter sepakat meningkatkan produksi helikopter dan pesawat, termasuk komponennya dalam jangka panjang.

"EADS dan Dirgantara Indonesia sepakat terus meningkatkan bisnis pembuatan pesawat dan helikopter untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun keperluan negara lainnya," kata Dahlan usai menerima kunjungan Presiden Direktur/CEO EADS, Thomas Enders, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Dahlan menjelaskan bahwa jumlah helikopter di Indonesia masih sangat kurang, terlebih jika dibandingkan dengan Brasil.

"Airbus akan meningkatkan kerja sama helikopter. Karena di Brasil ada 2.000 helikopter di Indonesia hanya 200," jelas Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta.

Dahlan yang didampingi Direktur Utama Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, mengatakan bahwa pihak EADS ingin meningkatkan kerja samanya dengan Dirgantara Indonesia yang merupakan BUMN pembuat pesawat terbang.

Dahlan menjelaskan bahwa jumlah helikopter di Indonesia dibandingkan dengan sejumlah negara masih relatif sangat rendah.

"Pasar helikopter di Indonesia masih sangat menjanjikan karena jumlahnya yang minim," ujarnya.

Mantan Dirut PLN ini mencontohkan Brasil saat ini memiliki sekitar 2.000 helikopter, sementara Indonesia masih memiliki 200 helikopter.

Dalam kerja sama produksi helikopter ini, kata dia, Airbus bertindak sebagai penjamin pembiayaan pengembangan helikopter.

Untuk itu, Dahlan menyerahkan sepenuhnya kepada Dirgantara Indonesia untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut, termasuk kapasitas produksi yang ditargetkan.

Sementara itu, Direktur Utama Dirgantara Budi Santoso menjelaskan bahwa Indonesia ke depannya akan menjadi mitra serius bagi EADS dalam pengembangan industri dan bisnis dirgantara.

"EADS menganggap Dirgantara Indonesia sebagai mitra strategis dan penting dalam industri pembuatan pesawat," ujar Budi. (Antara)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...